Home » Kisah Kelahiran & Menyusui » Kelahiran Normal

Hypnobirthing & Gentle Birth : Lebih Siap Mental

Thursday, October 24th, 2013 Dikirim oleh Evariny A. (viewed: 6765 )

Akhirnya setelah umur my baby Ana 2.5 bulan, aku menyempatkan diri nulis panjang mengenai kisah kelahirannya, menepati janjiku pada banyak orang. Daripada ditagih lagi sama adik sepupu ipar tercinta dr.Adirahman SpOG 🙂

Kelahiran Ana memiliki kisah yang indah sekali, apalagi kalau aku bandingkan dengan kelahiran kakaknya (Raka 6 thn) yang benar2 nggak punya pengetahuan mengenai proses persalinan dan melahirkan, pasrah saja pada policy rumah sakit dan suasana ruang melahirkan yang  terang benderang penuh peralatan medis dan suara dokter,bidan yang (sayangnya) bikin panik. Tapi itu pun sebenarnya proses kelahiran Raka berjalan cukup lancer berkat hypnobirthing yang diturunkan oleh guru tercintaku, ibu Lanny Kuswandi. Ya pastinya lancar dong… kalo enggak ya ngga jadi buku 🙂

…Baca Lanjutannya »

Share

Alhamdulillah carissa telah lahir dengan sempurna

Thursday, December 9th, 2010 Dikirim oleh rezadianasulaksmono (viewed: 11936 )

Waktu itu jam 03.00 pagi waktu bangun tidur aku melihat ada sedikit bercak darah warna pink di pakaian dalam..setelah aq amati ternyata bercak bertambah sehingga aku harus mengenakan pembalut.akhirnya aku sms DSOG dan disuruh ke RS untuk diobservasi pembukaan.jam 05.00 pagi baru ke RS karena aku ga ngerasain sakit apa2 jadi aku pikir santai aja. setelah samapi RS tyt bidan menyatakan kalo cm ada pembukaan sedikit sekali, waktu itu aku sudah mikir bakal disuruh pulang lagi nih..ternyata DSOG menyusur tinggal untuk kemudian diperiksa karena emg darah masih keluar di pembalut.pagi iyu sekitar jam 10 DSOG datang observasi terus memasukan apa ya…spt tablet kecil banget.setelah itu menunggu observasi lagi jam 4.00 sore ternyata baru bukaan 1…memang si aq ga ngerasa apa2.sampe observasi ke2 jam 7.00 mlm tetep bukaan 1..akhirnya tidur pules…

…Baca Lanjutannya »

Share

Pengalaman perdana..full of happiness..

Tuesday, February 2nd, 2010 Dikirim oleh Evariny A. (viewed: 12999 , 1 today)

Dear hypno-mom’s..
Mau share pengalaman melahirkan kemarin.. Sesuai janji ke Mba Eva.. (Hi mbaa..Sambil lirak-lirik coel2,kedip2 mata) begitu sempat aku mau share di milis..

Pertama tau hypnobirthing dari sharing teman, posisi saat itu di surabaya..Aku beli buku “mongan method” & bukunya mba Eva.. Baca2,,cd blom aku sentuh sama sekali..saat itu kandungan udah 6bulan..
Usia kandungan 7bulan, aku balik ke jakarta.. Cari2 info.. Di rumah sakit bunda, ada class hypnobirthing.. Waiting list sekian bulan,, eh.. Pas dapet, karna info yg salah, aku gak ikut.. Cuz suami posisi lagi di surabaya..Coba tlp pro-v clinic.. Penuh juga..Pasrah deh.. Kayanya cuma bisa beradasarkan buku aja nii..

…Baca Lanjutannya »

Share

Ini Ghaisan Bunda…

Tuesday, November 3rd, 2009 Dikirim oleh Ratih Parapat (viewed: 14430 , 1 today)

Alhamdulillah, bulan September 2008, 2 bulan umur pernikahan kami dokter menyatakan saya positif hamil 3 Minggu. Senang sekali rasanya, saya dan suami tidak menyangka secepat itu Allah mempercayai kami untuk menjadi orang tua. Diawal kehamilan saya mengalami morning sickness yang cukup parah, tapi Alhamdulillah, suami, teman2, dan atasan saya sangat pengertian, hingga semuanya tidak menjadi masalah. Memasuki Trimester kedua, morning sickness-nya sudah hilang dan nafsu makan saya meningkat drastis hingga berat badan saya pun naik drastis. Saya menjalani trimester kedua dan ketiga dengan lancar, diumur kandungan 4 bulan saya mulai mempraktekkan latihan relaksasi yang saya dapatkan dari bukunya mbak Evariny.

…Baca Lanjutannya »

Share

Selamat datang “My lovely Aisha”

Thursday, July 16th, 2009 Dikirim oleh elsa maretnowati (viewed: 3239 )

Semenjak dinyatakan keguguran pada Bulan Mei 2009, Alhamdulillah pada pertengahan Agustus di tahun yang sama dokter menyatakan bahwa saya hamil lagi 7 minggu. Benar-benar berita yang sangat menggembirakan untuk saya dan suami saya. Sejak itulah saya benar-benar berhati-hati dalam menjaga kehamilan saya supaya tidak terulang lagi hal yang sama. Alhamdulillah kehamilan saya bisa dibilang lancar. Selama hamil, saya hanya sedikit sekali merasakan mual dan lemas. Aktivitas juga tetap berjalan seperti biasanya. Kalau dalam bahasa Jawa, orang bilang saya itu “Ngebo”. Makan ya lahap, tidur ya enak, banyak jalan, dan tentunya ikut senam hamil.

Menginjak bulan keenam, dokter memprediksi bahwa anak yang ada dalam kandungan saya berjenis kelamin perempuan. Padahal sebagian besar teman-teman saya bilang kalau anak saya itu cowok soalnya saya gak suka pake make up selama hamil. Dalam hati saya, apapun itu yang penting sehat…

Hari demi hari terlewati, tidak terasa kehamilan saya sudah menginjak bulan ke sembilan. 3 minggu sebelum hari perkiraan dokter, saya sudah mulai cuti hamil (Perkiraan kelahiran menurut dokter adalah tanggal 7 april 2009). Mendekati hari H, saya mulai cemas karena rasa mulas yang dinanti-nanti tidak kunjung datang. Saya tidak merasakan mulas sama sekali, hanya kadang perut terasa sedikit kencang. Padahal waktu itu, ibu saya sudah datang ke rumah untuk menanti kelahiran cucu pertamanya (Saya tinggal beda kota dengan ortu saya). Tanggal 7 April terlewati tanpa kontraksi. Hampir setiap hari papa saya (yang saat itu masih berada di rumah) telpon menanyakan keadaan saya. Seluruh keluarga cemas dan bertanya-tanya “Kok belum lahir-lahir ya….” Anakku betah sekali di dalam….

Akhirnya batas maksimal kelahiran anak saya pun tiba. Tanggal 14 April saya pergi ke dokter untuk berkonsultasi. Dokter memberi saya pil untuk memacu agar terjadi kontraksi. Pukul 12 siang saya minum 1/4 bagian pil. Dengan hati berdebar-debar saya menunggu efek dari pil tersebut. Hari sudah semakin sore namun kontraksi masih belum datang juga. Pukul 6 sore saya minum lagi 1/4 bagian pil. Berselang 5 menit setelah saya minum pil tiba-tiba “Plok…” terdengar bunyi ketuban saya pecah. Segera suami saya memanggil taksi untuk pergi ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan kami diliputi rasa berdebar-debar, namun demikian kami semua berusaha untuk tetap tenang dan memasrahkan segalanya di tangan Allah SWT. Pukul 7 malam, sesampainya di rumah sakit saya baru pembukaan 1 dan bidan saat itu meminta saya untuk bed rest karena ketuban saya sudah pecah. Alhamdulillah selama melewati proses pembukaan suami dan kedua orang tua saya ada di samping saya. Saya berusaha untuk tetap tenang dan mengatur pernafasan saya. Beruntung sekali suami saya adalah orang yang sangat setia (Thank you ayah…..) .Suami saya selalu memegang tangan saya sambil menguatkan batin saya dengan berkata “Ayo…berusahalah untuk kuat sayang. Sebentar lagi kita akan bertemu dengan anak kita. Berusahalah untuk kuat demi anak kita. …” Ibu dan ayah saya yang saat itu menemani juga menjadi pendorong buat saya. Semakin lama kontraksi semakin kuat. Rasa sakitnya benar-benar “nikmat” deh…. Pukul setengah 12 malam saya sudah hampir tidak tahan dengan rasa sakitnya… Saya meminta suami saya untuk memanggilkan bidan. Setelah di cek oleh bidan ternyata saya sudah pembukaan 8…. Semangat saya pun semakin bertambah. Tentu saja juga diiringi oleh rasa panik karena dokter belum muncul juga. Pukul 12 malam tepat akhirnya dokter datang ke ruang bersalin. Rasanya campur aduk ketika melihat dokter, bidan, dan suster bersiap-siap menangani proses kelahiran bayi saya. Akhirnya tiba juga saat itu, dokter memimpin saya untuk mengejan. 10 menit kemudian terdengar tangisan bayi dan rasa mulas itu pun hilang….. Alhamdulillah bayi yang selama 9 bulan berada di dalam rahim saya terlahir ke dunia dengan selamat dan sempurna, berat 3.35 kilo dan panjang 49 cm. Seorang bayi perempuan yang cantik, wajahnya merupakan perpaduan dari suami saya dan ayah saya. Bayi perempuan itu kami beri nama “Aisha Selma Hasna Faiha”. (lahir 15 Ap

Alhamdulillah proses kehamilan dan melahirkan yang saya alami tergolong lancar… Ikut senam hamil dan tetap aktif saat hamil benar-benar berguna. Selain itu juga, saya sangat bersyukur sekali kepada Allah SWT karena dikarunai orang-orang yang sangat menyayangi saya, terutama suami dan kedua orang tua saya. Thank u all….

Share

Our Most Beloved “Aisya Afiqa Azzarifah”

Tuesday, July 7th, 2009 Dikirim oleh ummi afiqa (viewed: 4872 )

Hari ini sebulan sudah umur anakq afiqa dan aku baru bias merampungkan ceritaku tentangnya Aisya Afiqa Azzarifah.

Diwiridku “Ya Latif” kau lahir putriku dan kami memanggil namamu Ifah yang diambil dari asma Allah Latif ….dan afiqa agar mencapai kemulian

begini ceritanya bunda-bunda yang cantik2 dan manis, di perkirakan dokter aku melahirkan tanggal 5 mey paling cepat dan paling akhir tanggal 15 mey.

…Baca Lanjutannya »

Share

melahirkan ditemani suami & teman

Monday, April 20th, 2009 Dikirim oleh manda geishanty (viewed: 2763 , 3 today)

G enak rasana melahirkan tanpa ditunggui keluarga. Kelahiran anak pertamaku, hanya ada teman dan suami menunggu di rumah sakit. Alhamdulillah semua berjalan lancar & aku ngerasa dimudahkan sama Allah YME. Kasian suamiku, waktu aku kesakitan dia nangis & bilang kalo bisa ku ganti sakitmu biar aku yg sakit, ternyata benar setelah itu dia sakit perut & aku bisa sedikit beristirahat, hanya tangannya yg aku pegang sekuat tenaga saat menjelang kelahiran, tangannya memar. Wajahnya yg aku lihat untuk menambah kekuatan saat dokter bilang aku ga bisa ngeden. Dia cemas & takut, setelah anakku lahir, dia tersenyum dan keluar untuk mengadzanin bayiku. Kasian anakku, saat ditanya apa ada kelaurga yang mau lihat, bukan kakek atau tante2nya, tetapi teman2 yang setia menungguku. Suamiku masuk lagi, bilang bayiku sempurna, putih & sehat, Alhamdulillah, Allahu Akbar. Dia lelah, itu yang kulihat setelah aku masuk keruang istirahat.

Kelahiran anak pertamaku penuh dengan perjuangan, ahlamdulilaah semuanya baik2 saja sekarang, alhamdulilaah ada suamiku yg kelihatannya pendiam tapi dia tetap setia dengan banyolannya yg berusaha u membuat aku tersenyum.

Terima kasih ya Allah, Engkau telah memberiku suami yang mau ikut hidup susah, memberiku anak yang sehat, memberiku jalan keluar yang terindah untuk masalah yang kuhadapi.

Share

akhirnya saya bisa melihat ” Rais “

Tuesday, March 24th, 2009 Dikirim oleh Dewi Astuti (viewed: 4168 , 1 today)

Alhamdulillah saya termasuk wanita yang beruntung, dua bulan setelah menikah Dokter menyatakan kalau saya sedang mengandung 3 minggu. Selama masa kehamilan, saya tidak mengalami masalah, semuanya berjalan dengan sangat baik. Tetapi di  akhir kehamilan timbul rasa khawatir karena bayi saya belum juga lahir, padahal perkiraan dokter sudah lewat 12 hari. Pada tanggal 12 Desember 2008 saya diantar suami memeriksakan diri ke dokter, berdasarkan hasil USG dan pergerakan janin, dokter bilang kondisinya masih baik sehingga belum perlu dilakukan induksi.

…Baca Lanjutannya »

Share