Home » 0 »

“Maaf bu dengan terpaksa harus diSC”

Thursday, October 30th, 2008 Dikirim oleh mira juni (viewed: 2586 )

Menjalani persalinan secara normal dan alami adalah impian setiap wanita, termasuk saya . Berbagai cara saya jalani termasuk mengikuti kelas Hypnobirthing Ibu Lany Kuswandi di Pro-V klinik. Namun bila Allah SWT berkata lain, kita hanya bisa menerimanya dengan ikhlas.

Kamis malam ketika hendak tidur saya tidak merasakan apa-apa, hanya capek dan pegal karena melakukan perjalanan Jkt-Bdg-Jkt. Sekitar pukul 22.30 Wib, saya merasakan basah seperti mengompol, segera saya mengecek dan ternyata adalah air ketuban yang mengucur dengan deras. Dengan segera saya membangunkan suami yang tengah terlelap. Sesegera mungkin suami beserta kedua orangtua membawa saya menuju rumah sakit Hermina Bekasi. Sesampainya dirumah sakit dan dicek oleh bidan, ternyata saya telah pembukaan 2 dan saya tidak boleh beranjak dari tempat tidur karena dikuatirkan air ketuban akan keluar lebih banyak lagi. Kontraksi sudah mulai terasa…. dan saya juga diberikan induksi.

Hari Jumat pagi sekitar pukul 7.00 WIB, pembukaan ternyata masih 2. Panik dan kuatir sempat menghampiri. Suami mengingatkan saya untuk tetap tenang, rileks dan berdoa pada Allah SWT agar diberi kelancaran dan kemudahan. Pukul 10.00 WIB bidan memeriksa kembali pembukaan dan mengukur panjang bayi saya yang memang cukup besar. 30 menit kemudian, bidan tersebut menghampiri saya dan mengatakan bahwa saya terpaksa harus menjalani operasi SC. Deg…. jantung rasanya mau copot… menangislah saya, sedih mendengarnya. Saya akhirnya bicara dengan DSOG.. “Maaf bu, Ibu terpaksa harus SC, resikonya terlalu besar, ketuban sudah benar-benar kering”… Saya masih ragu dan tidak mau SC. Keluarga yang juga menunggu dari semalam akhirnya ikut membujuk saya untuk SC.

Pukul 11.00 WIB saya dibawa ke ruang operasi, kontraksi terasa semakin hebat. Beberapa saat kemudian hilang seketika. Bius lokal disuntikan ke saya, 1x gagal… suntik kedua kali… gagal juga. Jam sudah menunjukan pukul 11.15 WIB, saya melihat dokter2 berdiskusi…. tiba-tiba saya tidak merasakan apa-apa… ternyata saya dibius total. IMD pun tidak dapat dilakukan, padahal saya sudah mewanti-wanti perawat yang ada.

Pangeran kecilku yang kami beri nama Izyan Satria Nugroho lahir tepat pukul 11.30, hari Jumat tanggal 19 Oktober 2007. Ketika siuman saya menanyakan keadaaan bayi saya. Saya tidak dapat membuka mata karena merasakan pusing yang amat sangat.

Ya Allah, walaupun saya tidak bisa melahirkan dengan persalinan normal dan IMD tapi inilah jalan yang terbaik yang Engkau berikan kepada saya dan Izyan.

Dengan latihan Hypnobirthing selama kehamilan, memberikan manfaat yang luar biasa pada perkembangan Izyan. Banyak hal yang membuat saya, suami, keluarga besar dan pengasuh tercengang. Benar – benar seperti yang dikatakan Ibu Lany Kuswandi di kelas Hypnobirthing dan yang juga disampaikan oleh mbak Evariny pada saat acara talkshow di Hotel Nikko tahun 2007.

Saat ini saya sedang mengandung anak ke-2. Rencananya akan ikut kelas Hypnobirthing lagi, karena memang terbukti sangat baik untuk perkembangan anak. Walaupun saya harus pasrah diSC lagi.

19 Oktober 2008 adalah ulang tahun Izyan yang pertama, semoga Izyan semakin menjadi anak yang baik, penurut, selalu sehat dan dilindungi oleh Allah SWT. Amin.

Share

Melahirkan Dua Kali, Bayi Langsung Lahir

Monday, October 6th, 2008 Dikirim oleh Evariny A. (viewed: 12892 , 1 today)

Melahirkan bayi, apalagi untuk kali pertama, kadang membuat ibu-ibu cemas. Rasa sakit luar biasa tak jarang menghantui. Untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan itu, kini ada terapi hypnobirthing.

…Baca Lanjutannya »

Share