Infeksi Torch

Dikirim oleh Evariny A. untuk Informasi Umum Masalah Umum Kehamilan Seputar Kehamilan
dikunjungi: 5083 kali, 1 hari ini
Torch merupakan salah satu istilah yang sering digunakan bagi pasangan suami istri yang tak kunjung mendapatkan kehamilan karena adanya infeksi. Apa sebetulnya TORCH? Mengapa TORCH dapat mempengaruhi terjadinya kehamilan dan mengganggu jalannya kehamilan serta kesehatan janin? Apa yang dapat kita lakukan bila terinfeksi virus TORCH?

Pengertian TORCH
TORCH adalah kelompok infeksi yang disebabkan oleh beberapa jenis virus, yaitu Toxoplasma gondii, virus Rubella, CMV (Cytomegalo Virus), dan virus Herpes Simplex 2 (HSV II). Kelompok virus TORCH menyerang semua jaringan organ tubuh termasuk sistem saraf yang mengendalikan fungsi gerak, penglihatan, pendengaran, kadiovaskular dan metabolisma tubuh. Virus ini juga dapat menginfeksi semua golongan umur dari anak-anak hingga usia dewasa.

Gejala Infeksi Torch

Sampai dengan saat ini belum diketahui gejala klinis yang dapat dibedakan antara infeksi Torch dengan infeksi penyakit lainnya. Hal inilah yang kemudian menyebabkan seorang ibu tidak merasa telah terkena infeksi TORCH padahal ibu sangat sulit untuk mendapatkan kehamilan. Keluhan yang sering timbul adalah pusing, vertigo, migran, penglihatan kabur, pendengaran terganggu, radang tenggorokan, radang sendi, nyeri lambung, lemah lesu, kesemutan, sulit tidur, epilepsi, dan beberapa keluhan lainnya. Namun demikian perlu diingat walaupun ibu mendapatkan gejala diatas, belum tentu ibu menderita infeksi TORCH. Sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium agar didapat hasil yang lebih akurat

Mengapa Ibu Hamil Mewaspadai TORCH?

Meskipun gejala yang dialami ibu hamil cenderung tidak tampak, namun virus ini berdampak serius bagi janin yang ada dalam kandungan. Bila terinfeksi pada ibu hamil, virus ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai kasus kehamilan dan kandungan seperti kelainan kehamilan dan kandungan, terganggunya tumbuh-kembang janin yang menyebabkan cacat fisik dan mental pada janin, dan menyebabkan terjadinya abortus spontan/ keguguran atau kematian janin, pada beberapa kasus bahkan dapat terjadi berulang kali sehingga menjadikan sulit untuk mendapatkan kehamilan.

Pencegahan TORCH

Tiap virus dalam kelompok Torch ini memiliki cara penularan yang berbeda-beda, karena itu dapat memiliki cara-cara pencegahan yang tidak sama persis. Namun secara umum penularan terbanyak adalah melalui kotoran (urin/feses), sekresi kelenjar (ludah, air susu, cairan kelamin), transfusi darah, transplantasi organ, dan plasenta ibu ke janin. Khusus untuk parasit Toxoplasma juga dapat tertular melalui makanan yang dimasak setengah matang yang terkontaminasi kista toxoplasma.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menghindari kontak langsung dengan penderita TORCH seperti cara diatas. Ibu juga hendaknya menggunakan sarung tangan tiap kali membersihkan kotoran binatang peliharaan, terutama kucing dan selalu menjaga kebersihan tangan sebelum makan. Karena virus ini dapat berada dalam makanan, selalu masak makanan hingga matang dan hindari makanan setengah matang.

Pengobatan TORCH

Pasien dengan kadar Torch yang rendah dapat diobati dengan antibiotik. Namun pengobatan ini tidak efektif untuk kadar Torch yang kronis atau pasien mengandung dengan usia kandungan di bawah 3 bulan/ tri-semester I. Treatment dan vaksinasi lanjutan biasa dilakukan oleh dokter agar pasangan yang berencana menjalankan program kehamilan bebas Torchdan aman untuk mulai hamil.

http://e-kehamilan.blogspot.com/2010/08/infeksi-torch.html
Share

One Response to “Infeksi Torch”

  1. Meli Says:

    Saya pernah mengalami keguguran di umur kehamilan 7bln.. Sangat menyedihkan,, karena tidak tahu bahwa saya terkena toxo.. Dokternya selalu bilang sehat,,sehat dan sehat.. 6bln kmudian setelah keguguran saya baru tahu bahwa saya terkena virus toxo. Bagi wanita yg akan menikan atau yg berencana kehamilan, lebih baik periksa dl.

Leave a Reply