Mencegah Bayi Lahir Cacat

Dikirim oleh Evariny A. untuk Seputar Kehamilan
dikunjungi: 35107 kali, 2 hari ini

Perasaan bahagia bercampur khawatir biasanya menyelimuti hati setiap ibu menjelang masa-masa melahirkan. Jika bayinya lahir sehat, kebahagiaan itu lengkaplah sudah. Tapi, bagaimana jika terjadi sesuatu yang salah pada si buah hati?

Masih saja seorang ibu merasa khawatir dengan kondisi bayi yang akan dilahirkannya nanti, kendati ia telah berusaha sebaik mungkin menjaga kehamilannya. Mulai dari gizi makanan, vitamin hingga pemeriksaan rutin kehamilan. Semua diperhatikannya dengan seksama, hanya karena ingin bayinya lahir sehat dan selamat.

Perasaan khawatir tentang kondisi bayi yang akan dilahirkan bagi ibu hamil sangatlah wajar. Sebab banyak hal bisa terjadi pada masa-masa kehamilan itu. Namun, ada beberapa kelainan pada bayi yang dapat dicegah sejak masih dalam kandungan. Apalagi dengan kemajuan ilmu kedokteran, sekarang ini kemungkinan untuk mendapatkan bayi lahir sehat sangat besar. Agar keinginan itu terpenuhi, yang lebih penting adalah menjaga masa kehamilan.

Salah satunya adalah menjaga kualitas asupan makanan yang bergizi dan bervitamin selama masa kehamilan. Dengan menjaga kualitas makanan maka Anda dan janin Anda akan sehat.

Hati-Hati Pada Trimester Pertama
Pada awal masa kehamilan, yaitu trimester pertama adalah masamasa rawan. Sebab masa ini adalah masa penting bagi pembentukan organ-organ janin. Pada tiga bulan usia kehamilan, janin akan terbentuk. Jika pada masa ini janin tidak mengalami gangguan, maka janin akan terbentuk dengan sempurna.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan organ janin. Namun yang paling sering terjadi adalah pengaruh kelainan kongenital (bawaan), infeksi yang disebabkan oleh virus dan lain-lain, serta zat-zat kimia. Maka, Anda harus ekstra hati-hati menjaga kehamilan pada masa ini.

Faktor keberhasilan melahirkan bayi sehat, sebenamya gabungan antara faktor kesehatan fisik dan sosial Anda. Jika salah satu faktor tersebut terganggu, maka kehamilan Anda juga akan mengalami gangguan, yang juga akan berakibat pada perkembangan janin. Untuk itu, perlu mengimbangi hidup sehat dan pemeriksaan kehamilari yang rutin.

Pemeriksaan dan Jaga Makanan
Untuk mendeteksi sedini mungkin gangguan kehamilan Anda, maka pemeriksaan ultrasonografi (USG) perlu dilakukan. Pemeriksaan ini banyak sekali manfaatnya. Selain dapat melihat organ janin, memantau perkembangannya, juga dengan alat ini dapat mengetahui kelainan atau kecacatan pada janin.

USG dapat dilakukan pada kehamilan usia 16 hingga 32 minggu.Namun demikian, langkah-langkah menjaga agar bayi lahir sehat ini perlu dilakukan bukan hanya setelah masa kehamilan, tapi sebaiknya sebelum masa kehamilan. Jadi sebelum kehamilan terjadi, perlu melakukan pemeriksaan TORCH yaitu pemeriksaan laboratorium untuk mencegah adanya virus Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Dengan pemeriksaan ini, dari awal sudah diketahui apakah kehamilan akan berjalan sehat atau tidak. Menjaga makanan juga salah satu langkah untuk mencegah cacat janin.

Makanlah makanan dengan mutu yang baik dan gin seimbang. Perbanyaklah minum air putih, sari buah atau jus, apalagi jika mengalami mual atau muntah-muntah. Berbagai minuman ini akan membantu mengatasi kekurangan cairan dalam tubuh. Makan dengan porsi kecil dan frekuensi sering akan membantu jika enggan makan.

Ingatlah bahwa makan bukan untuk kesehatan sendiri, tapi juga janin yang ada dalam kandungan. Hindarilah alkohol, rokok dan obat-obatan, termasuk jamu-jamuan. Karena benda-benda ini menjadi pengganggu perkembangan janin. Benda-benda tersebut menjadi penyebab bayi lahir cacat.

Bukankah ingin bayi lahir sehat tanpa cacat?

Jangan lupa juga berdoa.

Sumber : Kompas (ocy)

Share

Leave a Reply