Hamil, dari Masalah Seks Sampai Sepatu Hak Tinggi

Dikirim oleh Evariny A. untuk Seputar Kehamilan
dikunjungi: 5027 kali, 1 hari ini

Hamil merupakan sebuah pengalaman yang sangat mengesankan bagi setiap wanita. Apalagi kehamilan pertama. Mereka akan merasakan aneka perubahan yang terjadi dalam dirinya.

Nah, pertanyaan apa saja yang biasa mereka lontarkan saat bertemu bidan atau dokter? Berikut penjelasan dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG. :

Apakah kehamilan saya sehat?

Pertanyaan semacam ini biasanya muncul dari calon ibu yang menikah di atas usia
40 tahun yang dikenal rawan untuk hamil. Pertanyaan tadi baru terjawab setelah hamil. Dilakukan pemeriksaan kehamilan, menyangkut janinnya, misalnya down sindrom atau kelainan genetik lainnya.

Pertanyaan senada juga sering diungkapkan oleh pasangan yang berasal dari keluarga dengan penyakit-penyakit seperti thalasemia, infeksi TORCH (toksoplamosis, rubella,
chlamidia, dan herpes, Red.), dan diabetes mellitus.

Melalui konseling pranikah atau prahamil, akan dilihat apakah pasangan mengidap atau membawa sifat dari penyakit tersebut. Jika ada, sebaiknya penyakit diatasi dulu. Setidaknya dikontrol agar tidak mengganggu kehamilan dan persalinan. Misalnya, kadar gula. Normalnya 10 ­ 12 gram persen. Jika lebih, bisa menyebabkan giant baby dan bila kurang akan menimbulkan anemia. Di sinilah perlunya konsultasi secara teratur.

Penyakit yang sama seriusnya adalah thalasemia. Untuk mengetahui apakah pasangan itu carrier (pembawa sifat) atau bukan, perlu dilakukan tes thalasemia kepada pasangan. Gangguan lain yang cukup populer adalah infeksi TORCH. Meski yang dijaring adalah TORCH yang baru dialami (akut), namun infeksi lampau (kronis) tetap diperhitungkan.

Jika terdapat infeksi lampau, dokter biasanya akan mempersiapkan imunomodulator untuk memperkuat sistim kekebalan tubuh, supaya tidak terjadi reaktivasi. Infeksi lampau bisa saja muncul, terutama toksoplasma yang menyebabkan toksoplasmosis yang memang tidak bisa hilang sama sekali. Parasit ini sulit dibasmi dan di dalam tubuh biasanya tinggal di organ hati. Bila suatu ketika daya tahan tubuh menurun, kuman bisa aktif kembali. Repotnya, jika kuman aktif saat hamil, bisa menyerang janin dan menimbulkan kecacatan.

Apakah anak saya bakal jadi anak cerdas?

Pertanyaan ini sulit. Paling-paling dokter hanya bisa menganjurkan agar tetap hamil lalu menyarankan agar calon ibu menghindari hal-hal yang dapat menganggu perkembangan otak janin. Misalnya, saat hamil menghindari obat-obatan, antibiotika, penurun panas, jamu-jamuan. Kemudian lakukan perangsangan perkembangan janin dengan musik, diajak berbincang-bincang, diberi DHA (Docosahexaenoic Acid).

Selanjutnya pada proses persalinan pun calon ibu harus dihindarkan dari trauma.

Bisakah memilih jenis kelamin?

Sperma yang membawa bibit lelaki berenang lebih cepat dibanding sperma yang membawa bibit perempuan. Jadi, bisa dilakukan dengan cara menghitung masa subur calon ibu. Kalau hubungan intim dilakukan berdekatan dengan masa subur, kemungkinan besar akan mendapat anak lelaki. Sebaliknya, bila ditunda lebih jauh dari masa subur, mungkin beberapa hari sebelum atau sesudah masa subur, diharapkan bisa mendapat anak perempuan meski perhitungan ini seringkali meleset.

Cara lain yang bisa ditempuh adalah melalui upaya inseminasi. Mula-mula dilakukan separasi sperma, yaitu memisahkan antara sperma yang membawa bibit lelaki dan bibit perempuan. Kebetulan berat molekul kedua jenis sperma ini berbeda sehingga dengan mudah dipisahkan dengan cara sentrifugasi Nah, kalau ingin bayi lelaki, sperma yang membawa bibit lelaki disuntikkan ke dalam rahim calon ibu. Begitu pula sebaliknya.

Berkaitan dengan jenis kelamin, kalau ingin mengetahui jenis kelamin janin, dapat diketahui melalui penampilan kulit calon ibu saat hamil. Tentu saja ini tidak ada dalam buku teks kedokteran. Kalau kulit calon ibu terlihat bersih selama hamil, pigmennya tidak terlalu menonjol, maka janinnya perempuan. Sebaliknya, kalau hamil janin lelaki, biasanya kulit ibunya lebih gelap, pigmennya relatif lebih banyak, dan kulit leher lebih gelap.

Apa saja yang harus dipantang?

Begitu dinyatakan hamil, biasanya dokter akan mengingatkan agar berhati-hati mengonsumsi obat-obatan. Setidaknya, konsultasikan dulu ke dokter atau bidan.

Selama hamil ada beberapa gangguan yang sering muncul, misalnya batuk, flu, dan demam. Dokter akan menjelaskan perlu-tidaknya menggunakan obat dan antibiotika. Soalnya, tubuh pun sebenarnya sudah memiliki sistem pengaman alamiah dan mampu mengatasi infeksi sampai batas tertentu.

Sementara untuk makanan, terutama yang mengandung soda, makanan pedas, sebaiknya dihindarkan. Makanan pedas bisa menyebabkan diare, sehingga tubuh bisa kekurangan cairan dan elektrolit yang berakibat buruk pada kehamilan. Jadi, makanan pedas bisa berdampak buruk terhadap kehamilan. Demikian pula minuman yang mengandung soda, tidak menguntungkan lambung. Tapi kalau dikaitkan dengan unsur-unsur di dalamnya, minuman ringan tersebut tidak baik untuk janin. Lagipula, kadar gula di dalam minuman yang mengandung soda tidak bisa kita kontrol.

Masih bolehkah berhubungan intim?

Usia kehamilan dibagi menjadi tiga periode yang disebut trimester. Pada trimester pertama, saat kehamilan masih lemah, kalau ada riwayat perdarahan berupa bercak sebelum atau setelah melakukan hubungan intim malah terjadi kontraksi yang hebat, lebih baik jangan dulu melakukan hubungan intim selama trimester pertama. Sebaliknya, menjadi tidak masalah kalau riwayat perdarahan tidak ada.

Ini berkaitan dengan sperma yang mengandung hormon prostaglandin. Hormon ini sering menyebabkan kontraksi pada rahim. Kalau hamil, rahim akan lebih mudah kontraksi. Akibatnya, tempat melekatnya ari-ari bergeser dan bisa menyebabkan perdarahan. Karena itu jangan lagi ditambah dengan prostaglandin dari sperma agar tidak terjadi kontraksi.

Begitu juga kalau ada infeksi di saluran vagina, infeksinya harus diatasi dulu. Sebab, hubungan intim membuat infeksi bisa terdorong masuk ke dalam rahim yang bisa membahayakan janin.

Hubungan intim akan lebih aman bila sudah memasuki trimester kedua, di mana janin sudah mulai besar, sudah keluar dari rongga panggul, dan ari-ari sudah melekat pada dinding rahim, sehingga umumnya tidak mengganggu saat hubungan intim. Jadi, boleh saja melakukan hubungan intim.

Memasuki trimester ketiga, janin sudah semakin besar dan bobot janin semakin berat, membuat tidak nyaman untuk melakukan hubungan intim. Di sini diperlukan pengertian suami untuk memahami keengganan istri berintim-intim. Banyak, lho, suami yang tidak mau tahu kesulitan sang istri. Jadi, suami pun perlu diberikan penjelasan tentang kondisi istrinya. Kalau pasangan itu bisa mengatur, pasti tidak akan ada masalah. Hubungan intim tetap bisa dilakukan tetapi dengan posisi tertentu dan lebih hati-hati.

Kenapa sering buang air kecil?

Keluhan ini biasanya muncul saat memasuki trimester ketiga. Saat itu kepala janin sudah mulai menekan pinggul dan mendesak kandung kemih. Dalam satu malam, ibu hamil bisa 3 – 4 kali ke kamar mandi. Keluhan ini normal, sehingga tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengatasi selain lebih sering ke kamar mandi.

Kaki, kok, sering kram?

Mengingat bobot tubuh selama kehamilan meningkat pesat, tungkai bawah sering kram karena relaksasinya kurang. Ini lazim terjadi, terutama memasuki trimester ketiga. Selama melakukan aktivitas, tungkai bawah menopang bobot tubuh yang lebih berat. Di sinilah peran suami untuk membantu meregangkan otot tersebut dengan memijit untuk mengurangi kram tadi. Tidak apa-apa dipijit, selama yang dipijit adalah otot-otot di punggung, bahu, tumit, dan kepala. Dengan dipijit, membuat otot-otot tadi menjadi relaks.

Kenapa muncul garis-garis di kulit perut?

Garis-garis tadi timbul akibat meningkatnya hormon kehamilan yang membuat kulit perut menjadi tidak elastis. Dokter biasanya menganjurkan agar menggunakan krim prenatal yang gunanya melembabkan kulit sehingga menjadi elastis. Krim ini seyogianya sudah dipersiapkan sejak awal kehamilan. Selain krim, bisa juga oleskan minyak zaitun sehingga kulit lebih lembab dan lebih elastis.

Kenapa jadi sering berkeringat?

Ini akibat metabolisme tubuh yang meningkat dan dikeluarkan berupa keringat, ditambah dengan cuaca panas membuat calon ibu berkeringat di malam hari. Tak ada yang bisa dilakukan selain lebih banyak istirahat dan lebih sering mandi. Karena meningkatnya jumlah cairan yang hilang melalui keringat, dianjurkan menambah pemasukan cairan, dengan banyak minum.

Masih bolehkah menggunakan sepatu hak tinggi?

Pada akhir trimester kedua dan awal trimester ketiga, kehamilan mulai besar dan mulai timbul keluhan sakit pinggang. Yang repot, calon ibu sering ingin terlihat cantik lalu pakai sepatu hak tinggi.

Dokter biasanya akan memberitahu, tindakan itu tidak menguntungkan. Soalnya, kalau perut membesar, tubuh akan terdorong ke depan. Untuk menghindari dorongan ke depan, sebagai kompensasi dia akan menekuk punggung ke belakang untuk menahan dorongan ke depan. Sementara kalau masih mengenakan sepatu hak tinggi, akan menambah dorongan untuk condong ke depan. Alhasil, kompensasi untuk menekuk punggung ke belakang semakin kuat pula. Ini jelas akan membuat calon ibu lekas capek. Jadi, sebaiknya hindari sepatu hak tinggi selama hamil.

Sumber : Tabloid Nova

Share

Leave a Reply