15 Boleh & Tidak Bagi Ibu Hamil

Dikirim oleh Evariny A. untuk Seputar Kehamilan
dikunjungi: 78538 kali, 60 hari ini

Banyak sekali yang ingin diketahui seorang ibu berkaitan dengan kehamilannya. Untuk itu, simak penjelasan dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, tentang apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan selama kehamilan.
1. MEMAKAI SEPATU HAK TINGGI

Sebaiknya ibu hamil tidak menggunakan sepatu hak tinggi terutama setelah kehamilan melewati usia 7 bulan. Sepatu hak tinggi dapat menimbulkan gangguan keseimbangan tubuh. Harus diketahui, beban kehamilan yang terjadi di daerah perut ditambah dengan peng-gunaan sepatu hak tinggi dapat meningkatkan risiko terjatuh. Akibat terjatuh ini adalah meningkatnya trauma dalam kehamilan.

Penggunaan sepatu hak tinggi juga dapat menyebabkan peregangan pada otot-otot di daerah pinggang. Wanita hamil akan lebih sering mengeluhkan rasa sakit dan pegal pada daerah pinggang (low-back pain). Bahkan jika kehamilan semakin membesar, bisa terjadi trauma pada otot-otot di daerah pinggang tersebut. Selain itu, perubahan sumbu tubuh pun terjadi; tubuh akan lebih condong ke depan, sehingga sebagai kompensasinya, ibu hamil berusaha menegakkan tubuh dengan cara meregangkan otot pinggang dan punggung. Nah, saat hamil beban di bagian depan tubuh semakin membesar, demikian pula regangan otot di daerah pinggang dan punggung. Akibatnya pinggang dan punggung pun terasa sakit.

2. MENGONSUMSI GULA BUATAN ATAU SEJENIS GULA LOW CALORIE

Penggunaan gula sintetis berupa saccharine tidak dianjurkan pada kehamilan, karena gula sintetis itu dapat menembus plasenta dan memasuki sirkulasi janin. Janin dapat berisiko menderita kanker kandung kemih akibat penimbunan gula sintetis tersebut di dalam kandung kemihnya.

3. MEROKOK ATAU PEROKOK PASIF

Merokok selama kehamilan ataupun terkena paparan asap rokok dapat menyebabkan hal buruk terhadap janin seperti keguguran, kematian janin dalam kandungan, janin cacat, pertumbuhan janin terhambat, dan masih banyak lagi. Peraturan di kantor harus tegas untuk melarang karyawan/wati yang merokok berada di dalam ruangan bersama dengan wanita yang sedang hamil. Kondisi buruk janin bahkan dapat terjadi pada ibu hamil yang mengonsumsi rokok meski dengan dosis yang sangat minimal.

4. MENGGUNAKAN OBAT ANTINYAMUK

Penggunaan obat antinyamuk, baik dalam bentuk semprot, bakar, listrik maupun oles, tak ada yang aman bagi kesehatan. Obat antinyamuk mengandung bahan kimia aktif yang termasuk golongan pestisida, yang prinsipnya amat berbahaya. Salah satunya, bisa memicu kerusakan saraf. Obat antinyamuk semprot mengandung kerosene yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal janin. Obat antinyamuk losion mengandung bahan yang korosif dan dapat diserap kulit sehingga bisa menjadi racun dalam tubuh. Maka itu, tak dianjurkan penggunaannya pada ibu hamil.

Jika ingin aman dari gigitan nyamuk, hilangkan sarangnya seperti rajin menguras, mengubur dan menutup benda agar tidak jadi sarang nyamuk; pakai kasa di setiap ventilasi rumah; pakai kelambu di tempat tidur; taruh tanaman pengusir nyamuk seperti zodia, serai, kayu putih, lavender, dan lainnya. Kalaupun ingin mengoleskan obat antinyamuk, gunakan saja dari tumbuhan alami seperti minyak kayu putih.

5. MENJADI DONOR DARAH

Selama kehamilan, ibu tak dianjurkan menjadi donor darah bagi kepentingan orang lain. Asal tahu saja, ibu hamil cenderung mengalami anemia sehingga perlu darah untuk dirinya sendiri. Donor darah dapat dilakukan kembali setelah masa nifas terlampaui.

Namun pada keadaan istimewa, sebagai persiapan untuk operasi berencana, menjadi donor darah bagi diri sendiri akan diperbolehkan. Misalnya karena kehamilan ibu mengalami plasenta previa. Jika operasi direncanakan pada usia kehamilan 38 minggu, maka di usia kehamilan 32 minggu, ibu hamil dengan kadar hemoglobin berkisar antara 10-12 g/dl, diperbolehkan melakukan donor darah untuk dipergunakan bagi diri sendiri (auto-transfusi). Hingga saatnya dilakukan operasi, darah tersebut disimpan di bank darah.

6. MINUM MINUMAN BERALKOHOL

Kandungan alkohol terbukti dapat menimbulkan kecacatan, baik fisik maupun psikis, bagi janin dalam kandungan. Alkohol dapat menembus plasenta dan masuk ke dalam sirkulasi janin. Karena fungsi organ janin masih muda, maka alkohol akan berada di dalam tubuh janin lebih lama dibandingkan pada tubuh orang dewasa, sehingga dapat menimbulkan kacacatan.

7. MEMAKAI SAFETY-BELT

Seatbelt/safety-belt tetap harus dipergunakan selama ibu hamil mengemudi kendaraan. Seatbelt/safety-belt tidak mengganggu kehamilan karena posisi tali dapat diatur menyilang di bawah perut dan di atas perut atau di dada (sama sekali tidak menekan perut).

8. MENGEMUDIKAN MOBIL

Secara prinsip, wanita hamil boleh mengendarai mobil sendiri, selama kehamilan di trimester pertama dan keduanya tak mengalami masalah berarti. Namun di trimester terakhir, dengan kehamilan yang sudah besar, tentunya akan sulit untuk memegang kemudi dengan aman dan nyaman.

9. NAIK PESAWAT TERBANG

Wanita hamil tak dilarang melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang selama kondisi fisiknya sehat dan tidak ada kelainan dengan kehamilannya. Kelainan yang dimaksud misalnya riwayat kontraksi atau riwayat perdarahan. Bila ada riwayat, dikhawatirkan terjadi perdarahan di pesawat.

Sejak hamil muda sampai usia kehamilan 32 minggu, perjalanan dengan pesawat terbang diperbolehkan bagi wanita hamil-karena tidak akan berdampak bagi ibu maupun janinnya. Tekanan udara di dalam kabin sudah diatur sedemikian rupa sehingga aman untuk ibu yang sedang hamil. Bahkan frekuensi penerbangan pun dapat dilakukan sesering mungkin tanpa menimbulkan bahaya terhadap ibu dan janin. Ibu pun tak perlu mengkhawatirkan alat detektor yang harus dilewati di bagian pemeriksaan penumpang di bandara, karena alat ini tak akan membahayakan janinnya.

Untuk profesi tertentu seperti pramugari, tentu ada peraturan khusus yang mengatur batasan usia kehamilan maksimal sehingga tetap dapat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Dari sudut pandang ilmu kedokteran, seorang pramugari sebaiknya tidak lagi menjalankan tugasnya di pesawat terbang setelah usia kehamilannya 28 minggu. Hal itu mengingat seorang pramugari harus aktif bekerja melayani penumpang pesawat, sementara ibu hamil perlu banyak waktu untuk beristirahat.

10. MELEWATI KONDISI JALAN YANG BURUK

Kondisi jalan yang buruk memang dapat membuat otot punggung, otot pinggang, otot perut dan otot paha wanita hamil jadi meregang, sehingga ibu jadi mudah lelah. Jika melalui jalan buruk sebaiknya kecepatan kendaraan dikurangi. Selama tak ada benturan, kehamilan tetap aman. Namun, akan lebih baik kalau melalui rute jalan lain yang lebih mulus.

11. MINUM AIR ES

Tak masalah. Kalaupun ada yang mengatakan nanti akan membuat janin jadi gemuk, itu adalah mitos. Kecuali es ini ditambahkan dengan sirop, madu atau gula yang berlebih karena mengandung zat karbohidrat.

12. MAKAN BUAH DURIAN

Selama hamil, ibu tak dianjurkan makan durian karena dapat merangsang timbulnya kontraksi. Jika usia kehamilan masih muda, maka dapat memicu keguguran. Jadi, kalau ibu hamil ngidam durian, ya dengan mencium baunya saja.

13. BANYAK BERJALAN

Jalan merupakan olahraga ringan bagi ibu hamil dan dapat dilakukan setiap pagi sekitar 1/2 jam. Boleh juga jalan-jalan rekreasi ketika berbelanja atau sekadar cuci mata. Ukur saja kemampuan diri. Jika terasa capek, berhenti dan duduklah sejenak. Olahraga jalan bisa menguatkan otot-otot panggul yang diperlukan saat persalinan.

Namun, ibu hamil dengan riwayat perdarahan atau ada kelainan seperti plasenta previa sebaiknya berhati-hati. Terlalu banyak jalan bisa menyebabkan kontraksi dan perdarahan berulang. Karenanya, ibu hamil seperti ini dianjurkan lebih banyak beristirahat. Apalagi jika usia kehamilannya sudah membesar atau 7 bulan ke atas.

14. MENUNGGING AGAR JANIN TAK SUNGSANG

Menungging boleh dilakukan sejak usia kehamilan 32 minggu. Bisa dilakukan selama 5-10 menit, sebanyak 3-4 kali sehari. Posisi ini membantu janin menemukan posisi yang tepat agar tidak sungsang. Jika sungsang tetap terjadi di usia kehamilan 36 minggu, maka posisi itu tak dapat diubah lagi.

15. DIPIJAT

Ibu hamil sering mengeluh sakit punggung, pegal-pegal, dan rasa kaku pada otot-ototnya. Untuk mengurangi keluhan ringan tersebut, ibu boleh dipijat. Namun bukan pijat dengan tekanan yang kuat, melainkan sekadar untuk merelaksasi dan mengurangi rasa sakitnya. Pemijatan sebaiknya tidak dilakukan pada bagian perut dan punggung bawah. Untuk mengurangi rasa pegal di daerah ini, lakukan saja usapan atau elusan. Minta bantuan pasangan untuk melakukannya.

Sumber : Tabloid Nakita-Dedeh Kurniasih. Foto: Ferdi/nakita

Share

6 Responses to “15 Boleh & Tidak Bagi Ibu Hamil”

  1. 15 Boleh & Tidak Bagi Ibu Hamil « semua tentang OENIX Says:

    [...] source Like this:LikeBe the first to like this post. [...]

  2. Angela Says:

    Sore, saya mau tanya…kemarin sehari yg lalu saya melakukan test pack,karena telat haid…
    dan hasilnya positif…
    saya belum periksakan ke dokter,tapi sekitar tanggal 15 okt saya ke dokter dan diberi obat penenang serta obat mulas/sakit perut…
    apakah itu berbahaya? karena saya belum tau ttg kehamilan saya sebelumnya..terima kasih

  3. Rias. Pengantin Says:

    Article bagus

  4. zizah Says:

    Makasi ya Dok Atas saran nya..Ini sangat Bermanfaat Buat saya..yg sedang Hamil 2 Bulan :-)

  5. Dewi Says:

    hai…aku suka sekali di pijat dibagian punggung atas..apa itu juga berpengaruh…

  6. isna Says:

    bagaimana jika terlanjur di pijat punggung bagian bawah? usia kehamilan 4 bulan

Leave a Reply