Refleks Bayi Baru Lahir, Modal Beradaptasi

Dikirim oleh Evariny A. untuk Bayi umur 0-2th
dikunjungi: 11440 kali, 1 hari ini

Sebagian besar gerakan yang “dipamerkan” bayi baru memang merupakan gerak refleks. Meski begitu, bekal penting ini banyak manfaatnya di kehidupan barunya.

Selama dalam kandungan, bayi selalu mendapat kenyamanan dan kemudahan. Bagaimana tidak? Tubuhnya aman terlindung dalam kantung ketuban, serta segala sesuatunya, seperti bernapas dan “mengonsumsi” makanan sehat, dijamin 100% oleh sang bunda.

Begitu lahir ke dunia, tepatnya setelah tali yang menghubungkan si kecil dan Anda terputus, mau tidak mau ia harus ‘berjuang’ sendirian. Makanya, organ-organ penting pendukung kehidupan harus mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna. Nah, untuk melihat apakah organ tersebut sudah siap bertugas atau tidak, akan dilakukan pemeriksaan, yakni tes Apgar. Apa itu?

Tes Apgar, tes paling pertama

Tes Apgar adalah serangkaian pemeriksaan untuk menilai kemampuan bayi baru lahir beradaptasi terhadap kehidupan di luar rahim bundanya. Ada 5 hal pokok yang diperiksa, yaitu:

* Appearance: Penampilan, yang dilihat dari warna kulit.
* Pulse: Frekuensi denyut jantung.
* Grimace: Usaha bernapas yang dilihat dari kuat lemahnya tangisan.
* Activity: Aktif atau tidaknya tonus otot.
* Reflex: Reaksi spontan atas rangsang yang datang.

Nah, serangkaian pemeriksaan tadi masing-masing akan diberi nilai. Bila reaksi si kecil bagus, maka nilainya 2. Reaksi kurang baik bernilai 1, sedangkan reaksi buruk bernilai 0. Kesemua nilai tadi akan dijumlahkan, sehingga didapatlah hasil sebagai berikut:

* Nilai 10: Bayi memberi reaksi sangat baik pada semua pemeriksaan.
* Nilai 7-10: Si kecil dianggap memiliki kemampuan adaptasi yang baik.
* Nilai di bawah 7: Fungsi jantung dan paru-paru bayi tidak baik, sehingga perlu pertolongan.
* Nilai 0: Bayi meninggal saat lahir.

Bekal khusus yang ampuh

Salah satu tes Apgar memang pemeriksaan terhadap gerak refleks. Lalu apa istimewanya gerak refleks ini? Meski terlihat ringkih, setiap bayi baru lahir dibekali kemampuan khusus oleh Tuhan. Yaitu, gerak refleks, gerak yang dilakukan tanpa disadari si kecil. Gerak ini secara otomatis “dipamerkannya” begitu ada rangsang dari luar.

Biar gampang, coba saja perhatikan si kecil. Bukankah ia sudah bisa menggerak-gerakkan kedua tangan dan kaki, menggenggam, menendang, membuka mulut, menghisap, menangis, dan seabrek kebisaan lainnya. Ternyata gerak refleks sangat ampuh untuk mempertahankan dirinya di lingkungan baru plus jadi alat komunikasi pertama dengan lingkungannya. Bagaimana mungkin?

Di awal-awal kehidupannya, bayi sering menekuk kedua tangan serta kaki ke arah tubuhnya, sementara telapak tangan dan kakinya mengepal. Sebenarnya, ini pertanda ia lagi kedinginan. Maklumlah, selama ini ia kan berada di tempat yang super hangat dan nyaman, yaitu rahim Anda. Nah, dengan “berpose” seperti ini, sebenarnya si kecil berusaha mempertahankan dirinya terhadap lingkungannya. Apa itu? Mempertahankan kehangatan dan menjaga kestabilan suhu tubuhnya. Jadi, gerak refleks adalah media untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di awal-awal kehidupannya.

Bagaimana dengan menangis? Ini refleks yang juga bisa dijadikan alat komunikasi. Biasanya sih, bayi menangis karena merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Entah karena lapar, kepanasan, merasa bising, atau popoknya basah.

6 refleks yang wajib ada

Sebenarnya, ada 6 refleks penting yang harus dimiliki setiap bayi baru lahir, yakni:

* Refleks melangkah

Bila tubuh bayi dipegang pada bagian bawah ketiaknya dalam posisi tegak (pastikan kepalanya tertopang dengan baik!), lalu kakinya menyentuh bidang yang datar, secara otomatis si kecil akan meluruskan tungkainya seolah-olah hendak berdiri. Begitu tubuhnya dimiringkan ke depan, kakinya akan bergerak seakan-akan ingin melangkah.

* Refleks mencari puting (rooting)

Begitu sudut bibir dan pipi bayi disentuh dengan tangan Anda, si kecil akan langsung memiringkan kepalanya ke arah datangnya sentuhan dengan mulut yang membuka.

Catatan: Bila pipinya bersentuhan dengan payudara Anda, ia akan langsung memiringkan kepalanya dan mengarahkan mulutnya untuk mendapat ASI.

* Refleks menghisap

Bila bibirnya disentuh dengan ujung jari Anda, secara otomatis bayi akan membuka mulutnya dan mulai menghisap.

Catatan: Ketika puting susu masuk ke dalam mulutnya, ia akan langsung menghisap ASI.

* Refleks menggenggam (babinski)

Kalau jari Anda diletakkan di tengah telapak tangan atau di bawah jari kakinya, secara otomatis ia akan menekuk dan mengerutkan jari-jarinya seolah-olah ingin menggenggam atau menjepit dengan erat.

* Refleks moro

Bila Anda memukul keras-keras atau menarik alas tidurnya serta mengangkat dan menurunkan tubuhnya secara mendadak, maka kedua tangan serta kakinya akan merentang dan menutup lagi. Bersamaan dengan itu, jemarinya pun menggenggam.

* Refleks leher asimetrik tonik

Refleks ini memang agak sulit terlihat. Meski begitu, bisa Anda amati. Caranya? Baringkan si kecil, lalu miringkan kepalanya ke kiri misalnya. Nah, tangan kiri bayi Anda akan segera merentang lurus ke luar, sedangkan tangan kanannya akan menekuk ke arah kepalanya.

Catatan: Refleks ini paling jelas terlihat saat si kecil berusia 2 bulan, namun akan menghilang saat usianya 5 bulan.

Hilang dengan sendirinya

Peran gerak refleks pada bayi baru lahir memang amat penting, sehingga dokter akan memeriksanya dengan seksama. Selain melihat ada tidaknya refleks, ia juga akan memeriksa apakah gerak refleks si kecil muncul secara simetris atau tidak. Pemeriksaan ini besar artinya karena interpretasi terhadap gerak refleks hanya dapat dilakukan oleh orang yang benar-benar piawai.

Meski begitu, Anda bisa juga ikut memantau beberapa gerak refleks si kecil di rumah. Bukan apa-apa. Biar Anda tahu sejauh mana perkembangan fungsi sistem saraf pusat dan koordinasi motorik bayi Anda.

Yang pasti, ada beberapa refleks yang tidak akan seterusnya ada. Sejalan pertambahan usia plus pertumbuhan fisik dan kemampuan fungsi organ tubuhnya, beberapa refleks memang akan hilang. Atau, bisa juga gerak refleks tadi berkembang jadi gerakan yang lebih terkontrol.

Bahkan, bila masih ada saja refleks yang seharusnya sudah hilang di usia tertentu, segera konsultasikan ke dokter. Bisa jadi, ini menandakan adanya gangguan pada proses perkembangan si kecil.

Nia L.T. – AyahBunda

Share

Leave a Reply