Usai Melahirkan kok Sedih…

Dikirim oleh Evariny A. untuk Sindrom Pasca Melahirkan

Di antara sekian ibu yang berbahagia setelah berhasil melahirkan bayi mereka dengan selamat dan sukses, ada yang malah berduka. Mungkin hal ini agak sulit dipercaya, tapi nyatanya ini memang benar-benar terjadi.

Sebagian besar dari mereka yang pernah merasakan gangguan ini menggambarkan perasaan yang mereka alami sebagai perasaan agak sedih, kecewa maupun mudah menangis. Namun, perasaan seperti ini bukanlah sesuatu yang aneh. Beberapa ahli bahkan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa.

Hingga saat ini, apa yang menjadi penyebab di balik gangguan ini masih belum berhasil diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa faktor yang telah dicurigai menjadi pemicunya. Faktor-faktor itu dibagi menjadi faktor emosi dan fisik.

Faktor-faktor emosi diantaranya, mencemaskan perawatan terhadap bayi yang baru dilahirkan atau kekecewaan setelah melalui proses persalinan. Sedangkan faktor-faktor fisik diantaranya, perubahan kadar hormon dalam tubuh yang terjadi secara cepat atau kurang tidur dan kelelahan setelah merawat bayi yang baru dilahirkan.

Perasaan duka yang tidak menyenangkan itu umumnya hanya berlangsung sekitar tiga – lima hari dan akan hilang dengan sendirinya. Namun bila perasaan-perasaan tersebut tidak reda atau malah makin buruk dan berlangsung terus hingga lebih dari satu atau dua minggu, maka telah muncul apa yang disebut sebagai depresi pasca persalinan (postpartum depression, PPD).

Depresi yang konon mendera sekitar satu dari 10 wanita baru melahirkan ini, dapat membuat para penderitanya merasa tidak enak (badan), lesu, susah berkonsentrasi, susah tidur, tidak nafsu makan, mudah tersinggung, mudah menangis, kurang bergairah, dan putus asa. Gejala-gejala ini dapat timbul dalam berbagai derajat, mulai dari yang ringan hingga berat.

Walau tidak semua wanita penderita depresi pasca persalinan menunjukkan gejala-gejala yang mirip, setiap gejala yang dialami dapat menimbulkan perasaan bersalah, tertekan, malu, dan terasing. Para wanita yang baru pertama kali melahirkan, kurang mendapat dukungan dari suami dan keluarga, memiliki kehamilan yang tak diinginkan, pernah mengalami keguguran, dan memiliki riwayat depresi, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terkena.

Para ibu diharapkan untuk lebih waspada terhadap kemungkinan timbulnya depresi pasca persalinan. Mengapa? Karena selain dapat ditangani dengan obat-obatan dan psikoterapi, gangguan ini juga dapat melenyapkan kebahagiaan seorang ibu dan berdampak buruk terhadap hubungan yang tengah berkembang antara ibu dan bayi. Sebagai tambahan, gangguan ini juga dapat mempengaruhi hubungan suami-istri. Nah lho!

Sumber : Satumed

Leave a Reply