Hanny Widya: Hypno-birthing & komunikasi dengan janin, kelahiran pun lancar

Dikirim oleh Evariny A. untuk HypnoBirthing® Opini & Testimoni Pengalaman Klien Testimoni & Pengalaman
dikunjungi: 4271 kali, 1 hari ini

Saya bahagia sekali karena berhasil melahirkan kedua anak saya secara normal. Ini memang keinginan saya dan suami. Proses kelahiran keduanya pun lancar. Saya yakin, ini semua karena hypnobirthing.

Saya memang sudah tertarik dengan metode ini sejak awal saya mengenalnya lewat sebuah milis. Dari sini juga saya tahu jika Ibu Lanny Kuswandi adalah orang pertama yang memperkenalkan teknik hypnobirthing di Indonesia. Meskipun ketika itu usia kandungan saya sudah memasuki bulan ke-8, tetapi niat saya dan suami mengikuti kelas Ibu Lanny tetap kuat. 

Proses kelahiran si Sulung dimulai pada hari Sabtu 26 April 2008 sekitar pukul 05.00 pagi. Saat saya ke kamar mandi untuk buang air kecil, saya melihat ada flek. Ketika itu, usia kandungan saya memang sudah 38 minggu. Namun, meski melihat flek keluar, saya sama sekali tidak merasa cemas. Suami pun tetap bersikap tenang.

Pukul 09.30 saya dan suami berangkat ke rumah sakit (RS). Sebelum sampai di sana, saya sempat meminta suami untuk berhenti dulu di tukang bubur langganan saya mengingat belum sarapan di rumah. Sambil menikmati bubur, saya mendengarkan CD relaksasi Ibu Lanny.

Sampai di RS pukul 10.30. Hasil pemeriksaan menunjukkan saya sudah pembukaan 3. Sampai pukul 15.00 saya masih asyik ngobrol dengan kedua orangtua saya yang datang untuk menemani. Sesekali saya berjalan-jalan sambil menerapkan relaksasi yang diajarkan di kelas hypnobirthing.

Setelah pukul 15.00, ternyata pembukaan saya sudah mencapai 7 cm. Setelah itu barulah saya merasakan sakit di bagian belakang sekitar bagian pinggang. Namun, meskipun rasa sakit itu sering sampai membuat saya tidak bisa berjalan dan berdiri, saya masih bercanda dan tertawa-tawa. Paling saya minta suami untuk memijat lembut bagian yang sakit itu. Para suster sampai heran.

Suami saya pun terus memijat sambil memberi dukungan agar saya tetap bertahan sampai pembukaan lengkap. Inilah manfaat kelas hypno-birthing. Suami jadi tenang dan tahu yang bisa dilakukan untuk membantu istri yang akan melahirkan.

Selama itu pula saya berusaha “menikmati” mulas dan sakit sambil terus berpikir positif, bahwa sebentar lagi akan bertemu bayi saya. Saya juga terus teringat akan kata-kata yang pernah Ibu Lanny sampaikan, yaitu semakin kita relaks maka proses melahirkan akan semakin cepat. Semakin kontraksi dinikmati, proses persalinan pun akan segera berlangsung lancar.

Tepat pukul 18.30, putra pertama kami, Keano Rayyan Abusaeri, lahir dengan selamat. Sebenarnya saya bisa melahirkan lebih cepat lagi. Namun, saya harus menahan dulu beberapa waktu, menunggu dokter datang.

Ada lagi yang menarik dari kelahiran Rayyan. Selama ini saya dan suami selalu berpesan pada janin sambil memberi afirmasi pada diri sendiri agar proses persalinan nanti berlangsung di saat weekend (Sabtu atau Minggu). Alasannya, karena saya tidak ingin merasakan macet di jalan saat kontraksi dan tidak ingin mengganggu aktivitas suami bekerja jika lahir di saat weekdays. Alhamdulillah, Rayyan lahir di hari Minggu. Semua berjalan sesuai rencana. Luar biasa memang teknik hypnobirthing ini.

Sukses dengan anak pertama, saya dan suami pun kembali mengikuti kelas hypnobirthing bersama Ibu Lanny untuk anak kedua. Lagi-lagi terbukti. Semakin kita terapkan proses relaksasi, semakin cepat dan lancar proses kelahiran yang terjadi.

Jika kelahiran Rayyan ditandai dengan keluarnya flek, sang adik ditandai dengan mulas. Saya mulai merasakan mulas pada pagi hari sekitar pukul 06.30, Minggu, 07 Maret 2010 (lagi-lagi sesuai afirmasi yang diajarkan di kelas hypnobirthing, lahir di saat weekend). Saat itu, usia kandungan saya 37 minggu. Ketika itu, saya pikir hanya mulas biasa. Saya ke toilet untuk  BAB. Ternyata setelah selesai BAB, saya masih mulas. Saya pun mengajak suami segera ke RS.  Dan, memang prosesnya sangat cepat karena dalam waktu singkat, mulas saya sudah datang tiap 10 menit.

Tepat pukul 09.00 kami sampai di RS. Hasil pemeriksaan menunjukkan pembukaan 3. Seperti pengalaman yang terdahulu, kembali suami memijat bagian belakang yang terasa sakit sambil terus memberi dukungan.

Saya pun terus “menikmati” kontraksi, sambil tidak lupa SMS dokter untuk mengingatkan  agar kali ini dia tidak datang telat lagi… Apalagi saya yakin, proses kelahiran anak kedua saya pasti jauh lebih cepat. Benar saja. Pukul 12.00 tepat, sang adik, Kennaro Rashad Abusaeri lahir dengan selamat.

Oya, kedua anak saya terlilit tali pusar sampai waktunya lahir. Tetapi dengan afirmasi dan terus berkomunikasi dengan janin, kedua bayi saya berhasil lahir normal dengan lancar.

.Saya dan suami benar-benar merasakan bantuan dari teknik yang diajarkan Ibu Lanny di kelas hypnobirthing. Selain saya jadi percaya diri, suami tahu apa yang harus dilakukan di saat-saat penting, seperi ketika saya merasakan kontraksi. Hypnobirthing juga membuat saya dapat menikmati seluruh rangkaian proses persalinan, mulai dari kontraksi demi kontraksi, pecah ketuban hingga keluar bayi. Subhannallah.

 

sumber : http://hypnobirthingindonesia.com/testimonial/testimonial/hanny.widya.hypnobirthing.komunikasi.dengan.janin.kelahiran.pun.lancar/17

Share

Leave a Reply