Ketuban Pecah Duluan

Dikirim oleh suwarti saja untuk Kelahiran Normal

Inilah pengalaman yang paling berkesan selama hidup saya. Melahirkan ….oh sungguh luar biasa. 42 minggu sudah aku mengandung, tak ada tanda-tanda mulas atau apapun. Padahal inilah batas akhir yang telah ditentukan Dr kandungan untuk bisa aku melahirkan secara normal. Kalau belum juga lahir maka tindakan cesar akan dilakukan.

Panik…deg-degan…pusing …mikirin biayanya yang pasti tidak sedikit. Hanya pasrah dan berdoa semoga diberi kemudahan dan keringanan dalam melahirkan ini. Terjawab sudah 42 minggu usia kandunganku,jam 15.00 sehabis buang air kecil …ternyata air yang keluar tidak berhenti-henti laksana mata air yang terus mengalir. Air yang mengalir agak terasa lebih pekat dan bercampur sedikit darah.Langkah 1000 saya ambil, tanpa ganti baju yang sudah basah kuyub karena air ketuban yang keluar terus-menerus dan pastinya bau agak anyir, saya dibonceng suami naik motor ke rumah bersalin terdekat.

Sampai Rumah bersalin langsung di cek oleh bidan dan ternyata baru bukaan satu, karena kondisi air ketuban yg tiada henti saya diminta bedrest. Obat perangsang mulaspun dipasang melalui infus. satu…dua….tiga…jam berlalu, namun pembukaanku di bilang lambat sekali, mereka takut saya kehabisan air ketuban. Bidan memberi ultimatum lagi, kalau sampai jam 21.00 pembukaan masih segini-gini aja maka saya akan di cesar. Sambil berdoa jam 9 malam bidan periksa lagi,ternyata pembukaan sudah jalan 4. terus…dan terus….sampai jam 11 malam mulasnya sudah sangat sering hingga tak terasa air mata bergulir. tapi hanya namaMU aku sebut. “Bu…kira-kira sampai jam berapa sakit ini akan berakhir dan anak saya akan lahir” tanyaku.” oh…..jam 7 pagi ibu ” jawab bu Bidan tanpa beban. Lama sekali ….

Tapi Tuhan berkehendak lain, jam 2 malam sakit yang seribu kali sakit sudah hilang sama sekali. karena pembukaan sudah lengkap di 10, dan saya boleh mengejan kalau memang si jabang bayi kontraksi. saya sudah berusaha mengeluarkan sekuat tenaga saat bayiku mengajak dikeluarkan, tapi lagi-lagi tenagaku cepat sekali habis. paling tiga kali mengejan …sudah.

Ada 5 bidan yg menungguiku secara bergiliran malam itu. mereka baik-baik dan sabar. Teh manis hangat selalu mereka suguhkan padaku. sungguh beruntung saya dapat Ibu bidan seperti ini. “ayo…Bu, kepala anaknya sudah kelihatan, kurang sedikit lagi. Ibu tidak kasihan sama anaknya, sudah ingin lihat dunia”itulah support mereka kepadaku. Aku sudah merasa lelah, tenagaku juga seakan habis. Tapi Tuhan sangat benci orang yang putus asa, jam 6.30 pagi ” Allahuakbar…allahuakbar…teriakku, Alhamdullilah kepala annakku sdh penuh keluar dan Bidan menyuruh saya berhenti mengejan. Prosesnya begitu cepat…dan bayi suci dengan tali pusar panjangnya langsung di telungkupkan dalam pelukanku. Saya menangis…..namun tangisku tangis bahagia. Alhamdullilah…..subhanallah…..aku liat kondisi annakku, oh..sempurna. Amin.

Apa yang saya ingat saat itu, mau tahu…..hehehe

Ternyata memang benar, kenapa syurga adanya ditelapak kaki Ibu. Kenapa kita harus menghormati ibumu…ibumu…ibumu sampai tiga kali paling utama. oh…inilah rahasiaNya.

inilah kisah bahagiaku.

Melahirkan normal, biaya murah. Selesai melahirkan langsung bisa jalan-jalan.

salam

warti

Leave a Reply