Janin Tak Berkembang VS Janin Terganggu

Dikirim oleh Evariny A. untuk Seputar Janin
dikunjungi: 33342 kali, 5 hari ini

Janin yang tidak berkembang dan janin terganggu merupakan hal yang sering menghantui ibu hamil. Apalagi, kasus janin tak berkembang ini bisa terjadi berulang, lho. Telisik penyebabnya, plus cara penanganan yang tepat.

Rita (32) harus menelan kenyataan pahit. Janin yang dikandungnya, yang baru berusia satu bulan, dinyatakan tidak berkembang oleh dokter. Ini adalah kali kedua Rita mengalami hal yang sama. Pada kehamilan sebelumnya, janin yang dikandungnya juga tak berkembang. Kenapa kasus tersebut bisa berulang? Bisakah Rita hamil lagi dan punya anak?

janin1.jpgDetail Janin yang tidak berkembang adalah janin yang tidak tumbuh. Menurut Dr. Arju Anita SpOG, diagnosa janin yang tidak berkembang biasanya pada trimester pertama (di bawah tiga bulan) usia kehamilan. Ada juga yang telah mencapai trimester kedua tetapi biasanya pada trimester pertama sudah terlihat.

“Dengan catatan, jika di tempat yang dikonsultasikan oleh ibu hamil itu memiliki alat USG (Ultrasonografi). Jika tidak ada USG, susah,” ujar spesialis kebidanan dan kandungan dari RS YPK Jakarta ini. Akibatnya, tak jarang dijumpai ibu yang sudah hamil hingga empat atau lima bulan tetapi ternyata sebenarnya janinnya tidak berkembang atau hanya tampak kantongnya saja. Tentu saja, lebih cepat terdeteksi, lebih baik. Ada dua jenis janin tidak berkembang, yaitu :

1. Janin yang dari awal tidak tampak.
Hanya ada kantong kehamilan yang bahasa medisnya disebut blighted ovum (kantong kosong). Tidak tampak janin sama sekali, yang ada hanya semacam suatu rongga di dalam rahim. Pada USG akan tampak gambaran hitam, berisi cairan, dan tidak tampak bayangan calon janin sama sekali.

2. Sudah mulai tampak bayangan calon janin.
Gambarannya biasanya pipih dan kecil berada di dalam rahim. Disebut tidak berkembang kalau memang diameter dan panjang janin tidak sesuai dengan usia kehamilan. Biasanya pemeriksaan kehamilan ini dilakukan secara serial, yaitu minimal dua kali dengan jarak dua minggu. Bilamana didapatkan ukuran janin tidak bertambah atau bertambah tetapi sesuai dengan pertambahan usia kehamilan, itu yang disebut dengan janin tidak berkembang.

PENYEBABNYA BERAGAM

Ada beberapa penyebab janin tidak berkembang, antara lain :

  • Genetik
    Ini adalah faktor utama. Bukan faktor keturunan, melainkan dari sperma atau sel telur. Dalam hal ini kualitas dan kuantitas sperma serta sel telur tidak baik sehingga saat penyatuan keduanya hasilnya tidak berkembang secara prima.
    Menurut Anita, hal ini biasanya mengarah ke blighted ovum. “Yang jelas, kalau bicara tentang blighted ovum, kita bicara juga tentang kualitas dan kuantitas. Faktor ini bisa berulang dan bisa tidak, tergantung ada masalah produksi sperma dan sel telur atau tidak,” ungkapnya. Penyebab kualitas sperma dan sel telur macam-macam, tergantung dari produksi “pabriknya” (sel telur dari indung telur dan sperma dari produksi spermanya).
    Jadi, otomatis gangguan dari proses pembentukan itu bisa bermacam-macam dan tidak bisa dipastikan, dari faktor higienis atau infeksi. Bisakah dicegah? “Susah. Karena sel telur dan sperma sudah ada sejak kita di kandungan ibu. Gangguan-gangguan itu muncul begitu kita lahir.”
  • Infeksi TORCH
    Infeksi disebabkan oleh toksoplasma, rubella, CMV atau cito megalo virus, herpes simplex I dan simplex II. Dalam hal ini yang dilihat adalah reflek di tubuh kita, yaitu terbentuknya antibodi terhadap kuman dan virus ini. Jika diasumsikan bermasalah harus segera diterapi. Sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan sebelum hamil agar tidak menganggu kondisi si ibu.
    Jika sudah hamil sebaiknya dilakukan terapi sepanjang kehamilan. Untuk faktor yang disebabkan infeksi semua terapinya dengan oral atau obat yang diminum.
  • ACA (anticardiolipin) atau pembekuan
    Terbentuknya faktor pembekuan yang menyumbat pembuluh-pembuluh darah yang arahnya ke janin sehingga akhirnya pertumbuhan janin terhenti.
    Penyebabnya karena faktor imun dimana tergantung pada sensitivitas masing-masing orang. “Semisal, kakak kandung kita memiliki ACA tinggi, walaupun bersaudara belum tentu kita memiliki ACA tinggi. Orang yang tadinya tidak memiliki ACA tinggi, di kemudian hari bisa memiliki ACA tinggi,” jelas Anita.
    Jadi, begitu ada kehamilan dia mengangap kehamilan ini musuhnya dan langsung terbentuk pembekuan. Darah membeku dan menyumbat daerah-daerah yang arahnya ke janin. Janin otomatis tidak mendapat suplai baik makanan, minuman, maupun oksigen.
    Jika terjadi seperti ini harus segera diterapi, yaitu dengan memberikan obat anti pembekuan darah (bisa berupa obat minum atau suntik, tergantung seberapa berat kasus).
    Jika si ibu dikondisikan sudah normal kembali, pada saat hamil pun biasanya dalam pengawasan ketat dan tetap diterapi sampai bayi lahir. Pasalnya, sewaktu-waktu bisa terjadi pembekuan lagi yang menganggu suplai makanan sehingga mengakibatkan janin tidak berkembang atau pertumbuhan bayi terhambat.

Sumber : Tabloid Nova

Share

One Response to “Janin Tak Berkembang VS Janin Terganggu”

  1. eko Says:

    sy sdh berkeluarga selama 2 thn lbh tp blm diksh keturunan, utk tnd2 kehamil pd istri kelihatan tp pd saat dicek USG & alat tes kehamilan negatif trs…sy mnt tlg donk mnt solusix hrs gmn??apakah istri sy hrs minum jamu/mkn apa gitu??si calon bayix tdk mau menggumpal.

Leave a Reply