Bahaya Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil

Dikirim oleh Evariny A. untuk Seputar Kehamilan
dikunjungi: 12941 kali, 4 hari ini

Keracunan kehamilan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu hamil. Jika saat ini Anda sedang hamil, waspadalah! Berkait itu, dalam Senam Sehat Kaltim Post di area parkir Mal Fantasi, Minggu (5/2), tim dokter dari Rumah sakit Balikpapan Baru (RSBB), Dr MS Djajoesman, MARS dan Dr Novi SpOG akan mengupas secara tuntas mengenai Eclampsi dan Preeklamsi dengan tema “Tekanan Darah Tinggi Pada Kehamilan.

Persalinan adalah peristiwa alamiah, yang kebanyakan berlangsung dengan selamat. Namun kadang-kadang ada komplikasi kehamilan yang memberikan kesulitan sehingga persalinan tidak berlangsung mulus. “Di antara ibu-ibu hamil, ada yang akan mengalami keadaan yang disebut preeklamsi dan eklamsi. Maka sudah sewajarnya ibu-ibu mengontrol kehamilannya, hingga jika ada kelainan cepat diketahui. Di antara hal-hal yang diperiksa pada ibu hamil yang melakukan kontrol kehamilan adalah : tekanan darah, pengukuran berat badan, pemeriksaan urine, pemeriksaan fisik, menanyakan keluhan dsb”, ungkap Djajoesman.

Dijelaskannya, timbulnya tekanan darah tinggi, albuminuri, atau udema antara minggu ke 20 masa kehamilan sampai minggu pertama sesudah melahirkan disebut preeklamsi, sedangkan gejala koma dan kejang pada masa tersebut, tanpa adanya penyebab-penyebab lain disebut eklamsi. Sementara itu, lanjutnya, penyebab preeklamsi dan eklamsi sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti. “Preeklamsi sendiri timbul pada 5 % wanita hamil dan kebanyakan timbul pada mereka yang baru pertama kali hamil, dan pada mereka yang sebelumnya telah mengidap penyakit tekanan darah tinggi atau penyakit pembuluh darah lainnya” katanya.

Ekalamasi sendiri terjadi pada satu dari 200 kasus pasien preeklamsi. Setiap wanita hamil yang mempunyai tekanan darah 140/90, mengalami edema (bengkak) pada wajah dan tangan. Albuminuri plus 1 atau lebih, atau yang tekanan darahnya naik 30 mm Hgsystolic dan 15 mm Hg diastolicbisa diangap preeklamsi. “Pasien yang memiliki tekanan darah 150/110 dengan edema yang jelas, atau albuminuri dapat dikatakan mengalami preeklamsi berat” kata Djajoesman.

Ditambahkannya, pengobatan yang ditujukan untuk menyelamatkan ibu dan si jabang bayi, yaitu dengan rawat jalan, dan istirahat yang cukup, serta dengan pemeriksaan rutin dokter setiap dua hari sekali. Jika kondisinya membaik, kehamilan dapat diteruskan sampai mendekati term. Sesudah minggu ke 34 dan 35, kebanyakan pasien dengan preeklamsi harus segera melahirkan.

Harus juga diwaspadai timbulnya gejala kaburnya penglihatan, kebingungan, nyeri, pendarahan, dan observasi denyut nadi janin. Untuk mengetahui lebih jauh bahaya tekanan darah tinggi saat kehamilan, silakan bergabung di Senam Sehat Kaltim Post”, jelas Djajoesman.(*/crh)

sumber : kaltim post

Share

One Response to “Bahaya Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil”

  1. wiwied supardi Says:

    Salam kenal…saya ibu hamil 34 minggu,tekanan darah sy sampai dng usia kehamilan 33 minggu normal 120/90 tetapi di minggu ke 34 tiba2x naik menjadi 140/100 sy panik tekanan naik lagi menjadi 151/114 lalu saya di test urIne,Alhamdulillah hasilnya bagus…rekam jantung anak juga baik,setelah tau hasilnya bgs tekanan darah turun jd 142/93 lalu saya disuruh diet,banyak istirahat dan kontrol kembali minggu dpn,tetapi secara psikis saya down,dan jd semakin sulit tidur…bagaimana ya mengatasi hal ini,jd sy cpt sekali capek dan secara psikis sy downkrn sdh mkr jeleknya saja.

Leave a Reply