kisah menyusui

Dikirim oleh Maria Josephine untuk Kisah Menyusui

Dear ibu-ibu tercinta.

Sekedar mau sharing aja pengalaman menyusui. Benar-bener ini merupakan pengalaman yg amat sangat berharga. Menurut saya pribadi, saya selalu menanti-nantikan saat dimana saya menyusui anak saya, melihat matanya, mendenger degap jantung nya, merasakan sensasi ASI mengalir dan mendengar suara menelan nya, melihat dia tertidur di dekapan. … bisa dibilang ini adalah moment yang ga gampang dilupakan . Bagi saya, bagi bayi saya juga.

Anak pertama saya, Karel , sekarang sudah hampir 4 tahun umurnya, mendapatkan ASI sampai dia berusia 15 bulan. Saat itu saya hanya dapat cuti 2 bulan saja berhubung ada banyak deadline di kantor yg butuh saya untuk menyelesaikannya. Jadi bisa dibayangkan, selama 13 bulan saya hidup dengan memompa ASI 3 x di kantor, 2 x di rumah (pagi sebelum bayi bangun dan tengah malam saat bayi sudah tertidur) disamping saya masih menyusui langsung 3 x sehari disaat sebelum saya berangkat ke kantor, dan malam begitu saya pulang kerja dan menjelang bayi tidur. Saya sampai punya 2 pompa ASI (piegon dan Medela electric) yg pada akhirnya mengajarkan saya bahwa pompa dengan tangan sendiri – seperti memerah sapi, itu yg lebih efektif, tidak perlu steril2 pompa susu, etc . Dari tiap tetes ASi yg saya pompa saya bisa lihat anak saya tumbuh, menjadi anak yg sehat, tidak gampang sakit . Itu membuat saya terharu.

Saya sukses memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama anak pertama saya lahir, dimana pada saat itu 4 tahun lalu amat lah jarang, kampanye ASI eksklusif belum sebanyak sekarang. Dan banyak ibu2 dan saudara2 dengan sikap sok ngajarin , seakan2 bilang saya menelantarkan bayi saya. bayi saya tidak akan kenyang hanya dengna ASI, harus ditambah makanan tambahan pada saat bayi usia 4 bulan.

Tapi berhubung saya sudah berniat dan bertekad, sampai lecet2 payudara dan puting saya , tetap saya jalani niat saya untuk terus memberikan ASI sampai bayi bener-benar menolak dengan sendiri nya .

alhasil saya bisa .

dan setelah itu, anak kedua saya lahir (Karen sekarang hampir 6 bulan), saya juga memberikan ASI sampai sekarang . Tetap eksklusif tanpa makanan tambahan.

Cobaan muncul saat saya harus menghadiri suatu konferensi urusan kantor di luar negeri selama 4 hari sekitar awal Mei, total termasuk perjalanan. jauh hari sebelumnya saya sudah kumpulkan stock ASI cukup untuk seminggu. Kalau biasanya bayi saya minum sekali x 140 cc, saya siapkan 7 kantong ASi @140 cc x 7 hari . bisa dihitung kan berapa liter stock ASI saya.

Saya sudah siapkan bawa ice cooler yg bisa tahan 24 jam dinginnya (merek coleman), saya bawa termos coleman yg gede, bawa botol susu untuk memerah ASI, begitu landing untuk transit di Singapore airport, saya baru sadar ada peraturan baru bahwa setiap penumpang yg keluar dari Changi airport tidak boleh membawa liquid. akhirnya semua saya buang dengan hati sedih.

Selama di pesawat dan hotel negara tujuan, saya tetap melanjutkan pompa susu setiap 3 jam sekali . sampai selama konferensi yg memakan waktu 2 hari full, setiap break 2 jam sekali, saya langsung lari ke kamar hotel untuk memerah ASi dan simpan di kulkas.

sayang nya kulkas hotel itu hanyalah kulkas kecil, dan tidak bisa buat ASi membeku, saya memberanikan diri untuk meminjam general refridgerator di hotel yg terdapat di main Kitchen nya. Entah orang nya tidak mengerti bahasa Inggris atau bagaimana, pada saat saya mau ambil pas check out, itu semua masih liquid, alias tidak membeku !!!

dengan tangis perih saya buang semua stock 3 hari ASi perah saya – karena saya tau tidak mungkin saya bawa ASI cair , karena akan kena pemeriksaan di airport.

jadi total 4 hari ASi yg saya perah di luar negeri dan di pesawat terbuang percuma.

tapi semua terbayar lunas, begitu saya sampai di rumah, saya pandangi bayi kecil saya, tertidur pulas – tidak rewel (menurut laporan dari suami dan ibu mertua), dan tidak sakit selama saya tinggalkan.

Saya gendong dia, dan saya susui dia .. dia tidak lupa menyusu pada saya !!!!

saya amat terharu, sampai tak terasa saya menangis sambil menyusui dia sementara dia tetap tertidur pulas (mimpi kali ya dia .. )

demikian kisah saya.. semoga bisa berguna utk sharing ke ibu2 yg lain.

untuk menyusui juga saya pakai hypnoteraphy lhoooo….

by the way, Evariny… aku udah liat foto kita di majalah Mother and Baby.

cute and sweet yah ..

cheers,

Maria

mom to Karel and Karen

Leave a Reply