Bekal ibu Hamil

Dikirim oleh Evariny A. untuk Inisiasi Menyusui Dini

Setelah bayi dilahirkan, kadang ibu menjadi defresi, bingung apa yang harus dilakukan, ini biasanya terjadi pada ibu-ibu muda atau ibu yang melahirkan anak pertama. Tetapi terjadi juga pada ibu-ibu yang melahirkan anak kedua, kegagalan menyusui pada anak pertama menjadi rasa percaya diri ibu menurun, sehingga berpotensi besar untuk memberikan susu formula.

Inisiasi Menyusu Dini adalah faktor keberhasilan menyusui, jadi sangat disarankan sesaat setelah melahirkan bayi langsung ditaruh di dada ibu dengan skin to skin contact, sehingga bayi bisa lebih tenang dan dapat didekap oleh ibunya. dibiarkan kurang lebih 30 menit sampai 1 jam, memberikan kesempatan kepada bayi agar dapat mencari puting ibunya sendiri. Dengan ini terjalinlah kontak antara kedua insan. dimana ibu dengan sambutan hangat menyambut sang buah hati yang dinanti-nanti selama kurang lebih 9 bulan, sehingga terjalinlah hubungan yang erat antara keduanya, pelukan kasih ibu dan bisikan cinta sang ayah membuat bayi lebih tenang dan tidak stress setelah dilahirkan.

Sangat disayangkan setelah dilahirkan bayi langsung dipisahkan dengan ibunya, sehingga setelah dia siap menyusu ibu tidak dapat merespon sang buah hati, ini akan menggangu bonding juga memperkecil kemungkinan keberhasilan menyusui. Pada 1 – 2 jam pertama bayi lebih responsif dan sangat awas bahkan sangat mudah melekat pada payudara. Tetapi pada praktiknya ada beberapa yang memaksakan bayi untuk menyusu sebelum siap untuk disusukan, dengan mendekatkan ke payudara dan dijejel-jeleli puting ibunya, ini tidak akan membantu, karena bayi akan dengan sendirinya mencari puting ibu saat dia sudah siap untuk menyusu.

Maka, dengan rawat gabung -bayi dan ibu dirawat bersama- dapat memungkinkan ibu merespon bayinya dan menyusuinya kapan saja bayi lapar. Ini akan lebih membuat ikatan batin antara bayi dan ibu terjalin. Bayi juga menjadi jarang menangis sehingga ibu juga lebih rileks dan tidak ada keinginan memberi bayi susu formula, karena rasa percaya diri si ibu tinggi untuk tetapi memberinya ASI.

Di beberapa Rumah Sakit atau Rumah Bersalin, setelah bayi dipisahkan dari ibunya, langsung diberikan pralaktal -asupan sebelum penyusuan-asupan pralaktal akan menggantikan kolostrum sebagai asupan bayi yang paling awal, ini berakibat bayi lebih mungkin terkena infeksi seperti diare, septikemia dan meningitis. Bayi itu juga lebih mungkin mengembangkan intoleransi terhadap protein yang ada pada susu formula.

Meski asupan pralaktal ini hanya sedikit, tapi dapat memuaskan rasa lapar bayi, sehingga ia menyusu lebih sedikit, andai diberikan lewat botol bayi berpotensi pada kesulitan melekat pada payudara -bingung puting- sehingga bayi akan kurang menyusu dan tidak merangsang payudara untuk memproduksi ASI.

Kegagalan menyusui lebih banyak terjadi karena faktor “ketidak-tahuan” ibu, atau kurangnya informasi yang ibu dapat setelah melahirkan. kadang ibu juga merasa bingung karena ternyata para perawat dengan “sak-enake dewek” memberikan susu formula kepada bayi, bahkan tanpa diketahui sang ibu. Ini fakta yang banyak terjadi. maka ibu membutuhkan motivator untuk tetap memberikan ASInya sebagai asupan primer sang bayi, tanpa diberi apapun, sampai bayi berumur 6 bulan.dilanjutkan dengan tetap memberikan ASI sampai umur 6 bulan dengan pemberian makanan pendamping ASI. kalau seandainya ada yang ASLI kenapa milih yang IMITASI?

Sumber : Sentra Laktasi Indonesia

Leave a Reply