ASI vs Susu Formula

Dikirim oleh Evariny A. untuk Seputar ASI
dikunjungi: 2999 kali, 1 hari ini

Kadang saat kehamilan ibu-ibu sudah mulai merencanakan asupan apa yang akan diberikan untuk si buah hati. Tetapi, sangat disayangkan saat-saat penantian itu diisi dengan memikirkan susu formula apa yang akan diberikan, dan apa untungnya untuk si buah hati. apalagi bagi ibu-ibu bekerja dan wanita karir, sepertinya perencanaan pemberian susu botol sudah diagendakan sebagai asupan primer bayinya.

Kebanyakan susu formula berbasis susu sapi, yang mana protein susu sapi jelas jauh lebih banyak dari protein manusia, tetapi bukankah hewan itu cenderung lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan manusia? Jelas kebutuhan proteinnya pun jauh lebih banyak, dan protein pada susu sapi adalah Kasein, yang di dalam perut bayi membentuk gumpalan tebal dan sulit dicerna. Sedang jumlah kasein pada ASI lebih sedikit dan kasein ASI membentuk gumpalan yang lembut dan mudah dicerna.

Dalam ASI terkandung protein Whey yang mengandung protein anti infektif yang membantu melindungi bayi dari infeksi, sedang susu hewan tidak mengandung jenis protein anti infektif yang melindungi bayi. Bayi-bayi komersil ini akan lebih mungkin mengalami intoleransi terhadap protein yang berasal dari susu hewan, ketika mereka mendapatkan protein dari makanan yang mengandung jenis protein berbeda, bisa berakibat si bayi diare, sakit perut, ruam dan gejala lainnya. Bahkan diarenya bisa persisten (menetap) yang pada kasus berat bisa membuat bayi malnutrisi.

Susu formula juga bisa menjadi faktor resiko alergi yang berakibat eksim dan asma, walaupun bayi hanya diberi sedikit susu formula. Kemudian, di dalam ASI terkandung asam lemak esensial yang tidak didapat didalam susu sapi atau susu formula, asam lemak esensial ini dibutukan untuk pertumbuhan otak dan mata bayi, serta kesehatan pembuluh darah. Belum sempurnanya produksi enzim agar dapat mencerna lemak, dalam ASI sudah disiapkan enzim lipase yang membantu mencerna lemak, dan enzim ini tidak terdapat pada susu formula atau susu hewan. Sehingga lemak yang ada pada ASI dapat dicerna maksimal oleh tubuh bayi dari pada lemak yang ada pada susu formula, sehingga tinja bayi susu formula lebih banyak mengandung makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuhnya.

Didalam ASI juga terkandung Vitamin C, sehingga bayi ASI tidak perlu mendapat sumplemen vitamin C, vitamin C biasanya diberikan untuk bayi-bayi yang diberi susu formula. Zat Besi sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia sehingga tidak terserang Anemia, saat dilahirkan bayi mempunyai persediaan cukup zat besi, tetapi itu kembali kepada ibunya, apakah saat hamil dia mempunyai persediaan zat besi yang cukup. semua jenis susu mengandung sedikit zat besi sekitar 100ml, atau 0.5-0.7mg/i, namun perbedaannya zat besi yang ada pada ASI dapat dicerna maksimal sampai 50% oleh bayi, berbeda dengan zat besi yang ada pada susu hewan yang hanya 10% saja.

Pada tahun pertama kehidupannya, bayi sangat rentan terhadap penyakit, sehingga memerlukan perlindungan ekstra dari ibunya. ASI mengandung sel-sel darah putih dan sejumlah faktor anti-infektif yang membantu melindungi bayi dari infeksi. ASI juga mengandung antibodi terhadap berbagai infeksi yang pernah dialami ibu sebelumnya.

Sumber : Sentra Laktasi Indonesia

Share

Leave a Reply