Ketuban Pecah Terlalu Dini

Dikirim oleh Evariny A. untuk Seputar Melahirkan

Bayi dalam rahim diselimuti oleh selaput telur. Kondisi dimana ada bagian selaput telur yang pecah inilah yang menyebabkan air ketuban di dalamnya keluar (ketuban pecah) terlalu dini. Dalam kondisi normal, ketuban pecah ini terjadi saat proses persalinan telah mulai .

Namun gejala ketuban pecah ini belum tentu berbahaya. Karena air ketuban yang mengalir keluar ini bisa air ketuban asli atau “air ketuban palsu”. Air ketuban asli adalah benar-benar air ketuban yang berada dalam selaput telur dimana bayi tinggal. Sedangkan “air ketuban palsu” adalah cairan yang berasal dari bagian diluar selaput telur. tentu saja bila cairan yang keluar adalah air ketuban palsu tidak masalah. Untuk membedakan apakah air ketuban tersebut asli atau “palsu” ini sangatlah sulit.

Gejala yang dirasakan dan ditimbulkan saat ketuban pecah ini sangat tergantung pada tiap individu serta terutama pada posisi selaput telur yang pecah. Bila selaput telur yang pecah di bagian bawah, maka air ketuban yang keluar akan banyak dan bisa segera disadari. Namun bila bagian atas yang robek, biasanya tidak segera disadari karena serasa seperti mengompol saja.

Penyebab

Meski tidak terjadi masalah apapun selama masa kehamilan, ketuban pecah terlalu dini bisa saja terjadi. Kondisi dimana resiko terjadinya ketuban pecah tinggi adalah bayi kembar , volume air ketuban yang terlalu banyak, gejala otot-otot mulut rahim yang melemah (sehingga mulut rahim terbuka sebelum waktunya) dan sebagainya.

Penanganan

Dengan terjadinya ketuban pecah, berarti selaput yang melindungi bayi dari dunia luar menjadi terbuka. Ini berpotensi menimbulkan penularan bakteri dari vagina dan infeksi rahim . Ini tentu sangat berbahaya untuk keselamatan bayi. Bila usia kehamilan telah melewati 37 minggu, biasanya akan segera dilakukan terapi untuk pencegahan infeksi rahim. Kemudian akan dilakukan persalinan dalam waktu 24 jam. Bila selama masa tersebut tidak juga terjadi kontraksi, akan dilakukan kontraksi buatan . Pada usia kehamilan setelah 37 minggu ini bayi sudah cukup siap untuk lahir tanpa ada masalah berarti setelahnya.

Yang menjadi masalah bila ketuban pecah pada usia kehamilan lebih dini. Pada kasus ini akan diprioritaskan usaha untuk memperlama keberadaan bayi dalam rahim. Tentu saja juga akan dilakukan terapi untuk mencegah infeksi.

Umumnya saat ketuban pecah, kepala bayi akan berpindah posisi ke bagian bawah di mulut rahim. Sehingga meski awalnya air ketuban keluar dalam jumlah besar, biasanya beberapa saat kemudian akan jauh berkurang karena kepala bayi akan menyumbat mulut rahim.

Hal pertama yang perlu dilakukan bila terjadi ketuban pecah adalah segera pergi ke dokter. Juga bila tidak bisa memastikan apakah yang keluar air ketuban, sekedar mengompol atau semacam keputihan. Terutama pada posisi bayi sungsang , akibat posisi kaki yang dibawah, seringkali terjadi pusar keluar dini , dan ini sangat berbahaya. Untuk itu bila merasa air ketuban pecah meski tidak yakin, sangat dianjurkan untuk segera kontrol ke dokter.

Leave a Reply