Hypnobirthing Memberi Sikap Tenang yang Bermanfaat

Dikirim oleh Budhi Soekana untuk Kelahiran Caesar Pengalaman Klien Testimoni & Pengalaman
dikunjungi: 5949 kali, 1 hari ini

Pada hari Rabu tanggal 3 Oktober kami mengunjungi dokter untuk melakukan kontrol mingguan,dan sesudah diperiksa dokter memutuskan agar istri saya diinduksi keesokan harinya.  Hal ini jelas membuat kami kaget karena sangat mendadak, pada saat itu kandungan istri saya berusia 40 minggu dan sama sekali belum terasa kontraksi –dokter mengambil keputusan induksi karena istri saya mengalami gestational diabetes. Yang dokter takutkan adalah bayi kami akan terlalu besar sehingga memperbesar kemungkinan Caesar, khawatir ibu, bayi dan plasenta sudah tidak berada dalam kondisi yang baik jika persalinan ditunda sampai minggu ke-41. Akhirnya dengan segala daya upaya kami meminta pengunduran waktu induksi, dan setelah melalui debat yg melelahkan akhirnya dokter memberi kami waktu satu minggu.  Dan kami pun menelpon Bu Lanny untuk minta nasihatnya, dan Bu Lanny menyarankan agar kami terus berkomunikasi dengan sang bayi dan banyak berdoa.

Kami sangat bingung karena kami ingin persalinan anak kami yg pertama ini sealami mungkin tanpa intervensi medis terlebih dahulu.  Akhirnya istri saya mulai memperbanyak jalan dan sering jongkok dan berlutut, tapi belum ada tanda2 yang pasti untuk dimulainya kontraksi yang berpola.  Istri saya, lewat internet, menemukan satu cara induksi alami berupa pijat yg disebut shiatsu for pregnancy, pijat ini dapat memulai atau mempercepat proses kontraksi.  Pada hari Sabtu tgl 6 Oktober kami mendatangi tempat shiatsu ini, ternyata tempat ini adalah tempat hypnobirthing juga,kurang lebih sama dengan tempat Bu Lanny, di sana kami diberitahu & diajari titik2 mana yg harus ditekan agar dapat memulai kontraksi.  Untuk detailnya agak sulit memberitahu lewat email tapi titik itu ada di : antara jempol dan telunjuk tangan dan kaki, tiga jari diatas mata kaki di betis sebelah dalam, dan di pundak kiri kanan.  Kami rajin menekan titik2 itu dan akhirnya istri saya merasakan kontraksi saat titik2 itu ditekan.

Sampai pada hari Selasa, sehari sebelum jadwal induksi blm ada kontraksi kuat ataupun pecah ketuban, saya dan istri saya akhirnya pasrah, kalau memang besok harus diinduksi ya sudah dijalani saja. Selasa sore istri saya merasakan bayi kami mengetuk ngetuk perutnya sebanyak lima kali,memang istri saya pernah menyuruh bayi kami untuk mengetuk lima kali apabila dia sudah mau lahir,kami sedikit terhibur dan mulai ada harapan,tapi sampai malam blm ada tanda2 akan dimulainya persalinan.

Pada pukul 2.30 dinihari hari Rabu, tak diduga, istri saya membangunkan saya dan bilang kalau air ketubannya pecah, kami segera bangun dan bersiap-siap, saya pun membangunkan mertua. Kami segera berangkat ke rumah sakit. Dalam perjalanan saya bersyukur karena istri saya tidak perlu diinduksi dan pecahnya ketuban itu terjadi hanya beberapa jam saja sebelum jadwal istri saya diinduksi. Istri saya sempat was-was karena air ketubannya berwarna kehijauan.

Sesampainya di emergency, bidan yang bertugas mengatakan bahwa air ketuban sudah mengandung meconium, dan dengan tegas mengatakan “Baby is not OK”. Bidan pun langsung memasang CTG untuk mengontrol detak jantung bayi. Istri saya khawatir. Namun dia yakin dan mencoba untuk tetap tenang, tetap bernafas dengan baik untuk menghindari terhambatnya aliran oksigen ke bayi. Dan yang paling penting, tetap berkomunikasi dengan sang bayi, agar ia bertahan.

Pada pukul 6.45 pagi istri saya sudah bukaan empat,dan karena memang sakitnya tidak tahan dan kontraksi sudah datang tiga-empat menit sekali, akhirnya kami memutuskan untuk meminta epidural. Dokter pun akhirnya memberi obat untuk mempercepat kontraksi.  Pada pukul 9.00 masih di bukaan empat, hal ini membuat kami cemas karena kalau tidak ada kemajuan ada kemungkinan akan di Caesar.  Pada pukul 11.00 dokter kembali memeriksa dan ternyata sudah bukaan sembilan, kami sangat lega mendengarnya. Pada jam 12, pembukaan sudah lengkap.

Tapi muncul masalah lagi dimana posisi bayi kami menghadap ke atas, dan dokter pun kembali memunculkan kemungkinan Caesar berkaitan dengan posisi bayi kami, saya dan istri saya berbisik kepada bayi kami agar dia mau berputar arah dan dengan cemas kami menunggu. Pada pukul 15.00 dokter kembali memeriksa dan ternyata bayi kami sudah berputar arah,dan dokter memutuskan untuk memulai persalinan.

Singkat cerita bayi kami lahir pada pukul 16.53, wah benar-benar 14 jam yg melelahkan dirumah sakit, tapi setelah melihat sang bayi, hilang semua lelah dan khawatir saya digantikan perasaan yg sangat amat lega dan bahagia yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Walaupun hypnobirthing tidak utuh dalam pengalaman persalinan ini, namun saya dan istri merasakan sekali manfaat dari hypnobirthing, yaitu sikap tenang sangat bermanfaat menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan, sehingga bayi dapat tetap berada dalam kondisi yang juga tenang dan cukup oksigen. Dengan demikian membuat keadaan berjalan ke arah yang positif dan lancar-lancar saja.

Terima kasih atas nasehat dan bimbingan Bu Lanny dalam sesi hypno birthing yg kami ikuti dan juga doa Bu Lanny sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar.

Kami yg berbahagia,

 Budhi, Nike, Sophia

Share

Leave a Reply