Hypnobirthing, Terapi Aman Bersalin Tanpa Rasa Sakit

Dikirim oleh Evariny A. untuk HypnoBirthing®

Suatu hari, Ira yang sedang berbadan dua tampak riang setelah meninggalkan sebuah klinik yang terletak di kawasan Cempaka Putih. Rona kegembiraan melekat di wajahnya yang cantik bak baru mendapat durian runtuh. Padahal beberapa minggu lalu ia sempat gelisah dan merasa takut menghadapi persalinan jabang bayinya. Maklum ini kehamilan pertama setelah lima tahun menanti. “Aku sempat merasa gamang apakah kehamilan ini akan selamat atau tidak? Bahkan sering kepikiran juga apakah bayinya bisa lahir dengan sehat? Berbagai pikiran dan kekhawatiran nyaris membuat saya depresi,” tutur wanita berusia 34 tahun ini panjang lebar.

Ada apa dengan klinik yang didatangi Ira hingga mampu membuatnya lebih percaya diri? Klinik bernama Prorevital ternyata memiliki metode baru untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri ketika persalinan yang disebut hypnobirthing.

Menurut psikiater dan hipnoterapis dr. Tb. Erwin Kusuma dari Klinik Prorevital, apa yang dialami Ira merupakan hal wajar dan biasa dialami oleh wanita hamil. Bahkan menurut sebuah penelitian yang dilakukan Tiffany Field dari University of Miami School of Medicine, Amerika Serikat, lebih dari 10 persen wanita hamil terkena depresi kehamilan. “Masalahnya depresi yang berlanjut akan berdampak negatif pada pertumbuhan janin, bahkan bisa jadi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya kelak,” kata dokter yang juga bertugas di rumah sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto ini.

Dalam kondisi depresi si ibu akan meningkatkan hormon stres serta aktivitas otak janin yang akan mengakibatkan ketika lahir bayi menunjukkan gejala depresi, serta gelisah di kala tidur atau menolak minum susu. Tak hanya itu, menurut Dr. Sarah Brewer dalam buku Super Baby, kecemasan dan stres yang berlebihan pada saat hamil sama berbahaya dengan ibu hamil yang perokok. Keadaan itu bisa mengakibatkan bayi lahir prematur, kesulitan belajar, anak menjadi hiperaktif, atau bahkan mengalami autisme.

Untuk mengatasi masalah itu, Klinik Prorevital mengembangkan terapi baru yang disebut hypnobirthing. “Dengan melakukan pemrograman atau menghipnosis diri bagi wanita hamil akan membantu mengurangi depresi akibat berbagai kecemasan,” kata dr. Erwin soal terapi yang bisa dibilang pertama kali ada di Indonesia.

Menurut Lanny Kuswandi, konsultan dan fasilitator relaksasi dan hypnobirthing di Prorevital, terapi yang memberikan metode relaksasi dan hypnosis ini akan mampu menghilangkan kecemasan dan rasa sakit berlebih yang dialami saat persalinan. Pasalnya, beberapa penelitian di negara Barat membuktikan, ibu hamil yang mengikuti latihan mengalami lebih sedikit komplikasi dibandingkan dengan yang tidak terbiasa melakukan relaksasi secara teratur karena rasa nyeri yang berlebihan lebih disebabkan adanya rekaman di alam bawah sadarnya.

Hypnobirthing adalah relaksasi dengan penambahan sugesti melalui usapan. Tangan menjadi sarana untuk mengusap daerah bawah payudara hingga perut. Cara yang sebenarnya telah dilakukan secara natural oleh ibu-ibu hamil saat janinnya meronta dalam kandungan. Ketika itu sang ibu akan mengusap perut sambil membisikkan kata-kata lembut yang menenangkan.

Untuk mengikuti program yang diajarkan Lanny, ada empat langkah yang harus dijalankan. Pertama, kepala dimiringkan di atas bahu kanan kemudian diputar sampai di atas bahu kiri, kembali ke bahu kanan sampai delapan kali hitungan. Setelah itu jari kanan di atas bahu diputar ke belakang sebanyak delapan kali. Lalu tangan tetap di atas bahu diputar ke depan sebanyak delapan kali.

Langkah kedua adalah relaksasi otot. Caranya, berbaring santai, lengan di samping kanan dan kiri, telapak kanan menghadap ke atas. Lalu tegangkan telapak kaki hingga merambat ke betis, paha, pinggul, dan dada. Pundak ditarik ke atas dan kedua telapak tangan dikepal kuat-kuat. Dahi dikerutkan, lidah ditarik ke arah langit-langit.

Langkah ketiga berupa relaksasi pernapasan. Dalam keadaan berbaring, otomatis napas akan terdorong ke arah perut. Tarik napas panjang melewati hidung sambil hitung sampai 10, kemudian embuskan napas perlahan-lahan lewat mulut. Cara ini dilakukan sampai 10 kali.

Langkah keempat adalah relaksasi pikiran yang diwakili oleh indera penglihatan. Setelah mata terpejam sejenak, buka mata perlahan-lahan sambil memandang satu titik tepat di atas mata, makin lama kelopak mata makin rileks, berkedip, dan hitungan kelima mata akan menutup.

Pada saat ketiga unsur jiwa (perasaan, kemauan, dan pikiran) dan raga beristirahat, masukkan program positif yang akan terekam dalam alam bawah sadar. Contoh program positif, “Saya dan janin di dalam kandungan akan tumbuh sehat. Dan saat persalinan akan dihadapi dengan tenang, serta akan berjalan lancar.”

Program latihan di setiap kelasnya diberikan metode bagaimana melakukan relaksasi dan hipnosis dan selanjutnya dilakukan sendiri oleh si ibu hamil di rumah itu berlangsung hingga empat kali pertemuan. Dalam pertemuan, Lanny juga selalu menjelaskan pada hal-hal indah dan positif, supaya si ibu hamil terpacu untuk selalu memikirkan hal-hal yang positif dan indah agar jabang bayinya merasa aman dan nyaman.

Ketenangan yang didapat dari terapi relaksasi itu, menurut Lanny, juga berguna untuk membantu para ibu agar lebih siap menghadapi beragam kecemasan atau pikiran negatif selama masa hamil dan meningkatkan ketenangan jiwa, membantu mengatasi reaksi kehamilan seperti mual, muntah dan pusing, serta mengatasi berbagai kesulitan seperti rasa sakit dan nyeri saat persalinan. “Yang penting, mereka selalu latihan dan menerapkan relaksasi di rumah,” kata alumnus sekolah kebidanan St. Corolus.

hadriani p – Koran Tempo

Leave a Reply