Pengaruh Kehamilan pada Perkembangan Jiwa Anak

Dikirim oleh Evariny A. untuk HypnoBirthing®
dikunjungi: 5708 kali, 1 hari ini

Waktu mengikuti hypnobirthing course di Australia, penulis mendapatkan buku berjudul Hypnobirthing karangan Marie Mongan.

Suasana hati ibu pengaruhi bayi yang dikandung

Di salah satu halaman buku itu dia terkesan dengan ungkapan, If You want to change the planet start to change from pregnant woman (Pengarang tidak dikenal).

Dalam perenungan harian ungkapan itu selalu dia hadirkan dan dari ungkapan itu banyak sekali sudut pandang penulis juga menjadi berubah.

Mungkin karena penulis berlatar belakang bidan, yang selama tujuh tahun terakhir ia bertugas di klinik Prorevital (sekarang ProV Clinic), yang mendalami relaksasi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Di bawah bimbingan Dr Erwin Kusuma psikiater anak dan remaja serta dengan pendalaman spiritual psikiatri itu beliau selalu memberi penulis semangat dan dorongan untuk mengajarkan relaksasi kepada ibu hamil.

Beberapa kasus kecemasan, panik, dan sebagainya disebabkan terutama akibat kondisi anak itu sejak dalam kandungan. Awalnya penulis ragu karena ibu hamil di Indonesia cenderung manja dan agak malas untuk melakukan aktivitas ekstra. Tetapi, penulis coba saja kalau program relaksasi itu memang bermanfaat untuk ibu dan terutama untuk bayi yang dikandung.

Dari 168 ibu hamil yang sudah mengikuti relaksasi hanya kurang lebih 10 persen ibu hamil yang mengetahui apa yang terjadi di dalam rahimnya. Biasanya penulis perlihatkan video compact disk (VCD) mengenai proses berte-munya sel telur dan sperma sampai proses melahirkan. Setelah itu mereka penulis beri kesempatan untuk menuliskan komentar.

Ada yang bilang itu kebesaran Tuhan, ada juga yang menangis terharu, ada juga yang bilang itu suatu keajaiban, dan banyak komentar yang berbeda-beda. Ada juga mahasiswi hamil empat bulan yang minta digugurkan karena pacarnya belum siap menikah, tetapi setelah selesai menonton VCD mengenai kehamilan itu jadi membatalkan niat untuk menggugurkan. Ia minta nikah kemudian bayinya lahir selamat.

Setelah menonton VCD tersebut akhirnya pasangan mengerti sejak pertemuan dua sel itulah terjadi proses kehidupan. Dua sel yang terus tumbuh dan berkembang itu akan menjadi bayi.

Bahkan, kalau merencanakan kehamilan menurut ajaran ilmu TAO lebih terinci lagi, yaitu mulai dari kondisi persetubuhan. Misalnya saat hujan deras dan banyak geledek lebih baik tidak melakukan hubungang badan, karena getaran negatif seperti rasa takut tidak baik untuk proses pembuahan, apalagi kalau terjadi kehamilan.

“Rahim” berasal dari bahasa Arab yang artinya “kasih” . Karena itu kata “rahim” itu sendiri sebetulnya sudah mengandung pesan khusus.

Jadi, sejak di dalam rahim bayi yang baru aktif alat cerna dan unsur perasaannya sebaiknya ibu dan ayahnya memberikan rasa kasih dan damai (afektif). Itu sangat berkaitan dengan spiritual quotient (SQ)

Bayi di dalam kandungan hanya bisa menerima dan merasakan getaran ibu dan ayahnya. Getaran getaran itu akan menjadi dasar jiwanya.

Hukum sebab-akibat pun berlaku untuk ibu hamil, apa yang Anda tanam akan Anda tuai.

Jadi, kalau selama kehamilan Anda menanam ketenangan dan kedamaian

Anda pun akan menuainya pada saat bayi lahir. Kalau bayi-bayi yang lahir dengan getaran kedamaian tentu mereka akan berkembang dengan lebih baik. Semakin banyak yang lahir dengan membawa rekaman kedamaian akankah itu akan mengubah kondisi dunia yang sedang dilanda ketidakdamaian? Itu mungkin jawaban dari hasi perenungan penulis.

Penulis sering mengingatkan kepada ibu hamil, janin tidak hanya membutuhkan nutrisi melainkan juga ketenangan dan kedamaian. Keduanya saling melengkapi, sehingga kita akan mendapatkan bayi yang sehat jiwa dan raganya.

Ketenangan yang seperti apa yang bisa dilakukan oleh ibu hamil pada zaman yang serbastres ini?

Dari beberapa kali seminar dan skala distres yang selalu diisi oleh ibu hamil sebelum melakukan relaksasi ter- nyata ibu hamil stresnya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak hamil.

Yah memang selain menghadapi lingkungan luar (pekerjaan, rumah ), lingkungan dari dalam dirinya juga sangat mengganggu (perubahan hormonal dan lain-lain).

Karena itu, ibu hamil tetaplah beraktivitas dan rajin relaksasi, agar selalu seimbang sehingga sehat untuk ibu dan bayinya.

Penulis teringat semasa penulis hamil, ibu penulis selalu berpesan agar selama hamil selalu berusaha untuk gembira, jangan suka bersedih atau marah-marah.

Setiap ganti baju sambil memasang peniti menyebut dia dan jabang bayi selamat. Kalau melihat orang yang cacat cepat-cepat ketok meja tiga kali dan nyebut amit-amit jabang bayi, supaya bayi kita tidak ikut cacat seperti yang kita lihat saat itu.

Dulu dia hanya percaya dan melakukan pesan orangtua, tanpa mendapatkan penjelasan ilmiah.

Saat ini dia menganjurkan kepada ibu hamil, tetapi dengan penjelasan ilmiah.

Pada dasarnya manusia ibarat sebuah biokomputer. Badan kasar atau fisik adalah hasil print out dari apa yang terekam di jiwa bawah sadarnya.

Sesuatu yang sering diulang, sesuatu yang mencekam atau menakutkan dapat langsung terekam di alam bawah sadar.

Penulis mempunyai pengalaman yang berkesan, saat itu tantenya sedang hamil tujuh bulan di rumahnya ada seekor tikus. Tanpa sadar karena geram suaminya membunuh tikus itu sampai robek mulutnya, datang penulis dan berteriak kamu lupa istrimu kan lagi hamil jangan membunuh, tetapi peristiwa itu sudah terjadi. Saat itu penulis benar-benar amati, dan ia akan tunggu sampai proses kelahiran nanti.

Saat kelahiran pun tiba, tante penulis melahirkan anak yang ketiga.

Pada saat melahirkan letak bayi sungsang. Ternyata hal itu mempengaruhi proses kelahiran, kaena saat melahirkan bagian kepala membaut agak macet proses kelahiran, tante penulis kelelahan, bayi pun tidak tertolong dan di bagian mulutnya ada robekan sedikit . Saat itu penulis ingat peristiwa tikus yang dibunuh.

Pesan untuk ibu hamil rajin-rajinlah menghapus sesuatu yang negatif dengan niat yang kuat atau diperkuat dengan doa. Tanpa ketok meja tiga kali pun bisa karena hal itu hanya sarana.

Bagi ibu-ibu yang sudah mempunyai anak mungkin bisa kilas balik bagaimana sifat anak saat ini, erat hubungannya dengan kondisi selama hamilnya.

Banyak juga ibu hamil yang malas, penulis sering berpesan agar ibu hamil itu orang yang sehat, bukan orang sakit, sehingga tetap membutuhkan gerak. Penulis sangat berkesan selama pelatihan di Australia melihat temannya Gabby melatih olah gerak untuk ibu hamil di dalam air. Lomba jalan cepat di air, latihan beban diair bahkan relaksasinyapun di air. Memang menggunakan kolam renang khusus dan airnya pun hangat. Itu adalah sebagian dari cita-cita dia untuk ibu hamil di Indonesia.

Beberapa tahap relaksasi jiwa raga yang dapat dilatih di rumah antara lain sebagai berikut.

* Persiapkan ruangan yang tenang dan redup.

* Gunakan musik yang tenang dan lembut.

* Relaksasi otot mulai dari wajah sampai ke kaki, seluruh otot diendurkan.

* Relaksasi nafas, gunakan napas perut perlahan-lahan dan dalam.

* Relaksasi pikiran, fokuskan pada satu titik sampai kedua mata mata menutup dengan santai.

* Niatkan mulai saat ini selalu dalam keadaan tenang dan damai, ibu dan bayi sehat sampai pada proses persalinan yang alami, nyaman dan lancar.

Selamat mencoba sehat dan sukses selalu untuk ibu hamil.

Lanny Puspita Sari
Suara Pembaruan

Share

Leave a Reply