Hypnobirthing Memudahkan Proses Persalinanku

Dikirim oleh kristin halim untuk Pengalaman Klien

Tahun 1998 saya divonis punya kista dan pada tahun yang sama juga dioperasi dan mengharuskan saya untuk “merelakan” sebagian dari indung telur sebelah kiri…

Setelah menikah, tidak terlalu mengharap akan diberi “anugerah” cepat-cepat… ternyata setelah hampir 4 bulan menikah… akhirnya kami diberi kepercayaan untuk punya momongan…. bahagiaaaaaa sekali! Just to good to be true! Sempat was-was dan khawatir tidak akan berjalan dengan lancar, tapi saya serahkan semua kepada Sang Pencipta apapun yang terjadi…terjadilah… jadilah saya menjalani kehamilan dengan sangat amat bahagia sehingga kehamilan ini terasa “mudah” saya tidak mengalami mual2 dan muntah, yang sering mampir hanya demam, batuk, pilek dan yang “terparah” adalah diare. Saya masih bisa pulang pergi kantor dengan busway dan patas AC!

Setelah mengetahui kabar bahagia itu, saya langsung search di internet semua hal mengenai kehamilan dan persalinan, saya menemukan metode hypnobirthing dan “ketemu” juga sama web ini, begitu saya join, tidak terlalu lama berselang, saya diundang Mbak Eva untuk mengikuti milis-nya juga. Beruntung, setelah itu Mbak Eva mengeluarkan buku “Melahirkan Tanpa Rasa Sakit”, sejak itu saya selalu berlatih dari CD-nya Mbak Eva. Beruntung lagi, mungkin rejeki-nya baby kami, waktu itu saya mengikuti kuis di sebuah majalah ibu dan anak hadiahnya gratis ikut kelas Ibu Lanny di Pro-V clinic padahal waktu itu saya sudah memasuki minggu ke 32, dan langsung ikut sesi yang kedua.

Perkiraan dokter baby kami akan lahir 5 November 2007, ternyata tidak lahir juga pada tanggal tersebut, Dokter sudah menetapkan jadwal untuk di induksi tanggal 13 November 2008. Kata “induksi” membuat saya gentar… saya takut sekali. Sejak “vonis’ dokter untuk induksi, setiap malam saya berkomunikasi dengan baby kami dan bilang kepadanya kalau saya takut sekali di induksi, dan minta baby lahir sebelum tanggal induksi.

Tanggal 8 November, jam 04.30 pagi, saya mulai merasakan kontraksi, pertama, saya tidak tahu bagaimana rasanya kontraksi, dan ternyata berulang setiap setengah jam sekali, baru saya menyimpulkan kalau ini kontraksi…. saya menyambut bahagia rasa sakit kontraksi ini, beryukur karena saya masih diberi tanda berupa kontraksi, saya masih bisa jalan kaki ke pasar (30 menit perjalanan) dan kontraksi sudah setiap 15 menit sekali, tapi masih belum ada tanda2 darah… jadi sepulang dari pasar saya masih tidur2an dan nonton TV sedangkan kontraksi sudah setiap 10 menit sekali.
Jam 1 siang, keluarlah “tanda” darah, saya juga masih santai banget, telpon suamiku bilang kalau saya akan ke rumah sakit karena sudah ada tanda, masih sempat-sempat nya minta tolong sama mamiku untuk bikinin air hangat karena saya mau mandi dulu sebelum berangkat ke rumah sakit, karena yang terlintas saat itu di pikiran saya… saya uda mau melahirkan nanti kalau setelah melahirkan uda nga boleh keramas 40 hari! Jadi saya harus keramas sekarang! Mami pun sampai bingung liat anaknya nyantai banget!

Sampai rumah sakit jam 3 sore, ternyata sampai berbarengan dengan suamiku, uda lumayan panik muka-nya dia, tapi dia tidak jadi panik liat istri-nya nyantai banget tidak teriak-teriak dan komplain sama sekali. Diperiksa sama suster, ternyata uda bukaan 5! Wah… saya bener2 tidak menyangka kalau bukaan sudah sebanyak itu, soalnya kontraksi yang saya alami sakitnya tidak sehebat yang seperti teman2 saya gambarkan.

Saya tetap berjalan kaki keliling rumah sakit sambil terus mendengarkan CD relaksasi, jam 7 malam sudah bukaan 8 saya sudah tidak boleh jalan-jalan lagi, jadi saya tiduran tetap rileks dan suamiku tetap dengan setia-nya mengosok-gosok pinggang saya…Jam 10 malam, saya disuruh berlatih ngeden, ketuban dipecahkan dan mulailah “perjuangan” untuk bertemu si buah hati… Jam 22.40 lahirlah kebahagiaan kami, baby Annabelle Felotine Djiu dengan berat 3,86kg dan panjang 54cm.

Dulu kalau saya dengar cerita2 orang yang melahirkan dan bilang setelah baby-nya keluar semua rasa sakit bahkan ketika dijahit tidak akan terasa, saya selalu meremehkan, saya bilang mana mungkin nga terasa sakit… ternyata sekarang saya merasakan sendiri…. setelah mengendong “Anugerah Terindah yang Tuhan Berikan” semua rasa sakit benar2 tidak terasa lagi!

Hypnobirthing membantu proses persalinan saya menjadi lebih mudah, bukan hanya persalinan, bahkan saat kehamilan dan sesudah menjadi seorang ibu, yang menurut saya pengalaman terindah yang pernah terjadi pada setiap perempuan…. saya tidak mengalami yang namanya baby blues, ASI lancar, Annabelle pun’ lebih tenang, jarang rewel, sehat dan jam tidur-nya sama seperti waktu dia masih di dalam perut, sama dengan jam tidur mami-nya.

Terima kasih Tuhan… kau jadikan hidupku begitu indah! Berkatilah dan jagalah selalu keluarga kecilku…. amin

Leave a Reply