Ayah…Bunda…Ini Diva

Dikirim oleh diana raharjo untuk Kelahiran Normal Pengalaman Klien

Harapanku, semoga crita ini bisa jadi inspirativ utk semuanya. Dan makin meyakinkan diri kita masing2, jadi seorang Ibu, Bunda, Umi, Mama dan Mami itu sangat indah dan pahala lho hadiahnya :).

Diva…kehadirannya di rahimku pertama kalinya, bener2 kuasa Alloh SWT. Tau-tau pas nyadar ada perubahan bentuk tubuhku, Diva sudah dirahimku selama 4,5 bulan…:). Alhamdulillah, Alloh yang kirim Diva untuk kami, Dia pula yang menjaga Diva sampai akhirnya ada di pelukan kami, 11 Mei 2008 pukul 4 sore lebih 5 menit WIB.

Alhamdulillah Ya Alloh, Diva kami tlah lahir dengan selamat, sehat dan sempurna. Kalimat inilah yang pertama kuucapkan lirih, sesaat setelah Diva mungil keluar dari rahimku, masih penuh dengan darah segar kehidupan awalnya di tubuhnya. Sekilas kulihat badannya yang gemuk, kulitnya yang putih, mulus, mata sipit dan dagu nyatis, saat tim medis memperlihatkan Diva padaku. Wowww…benar2 perpaduan Brilly dan Amanda. Brilly terlahir dengan kulit putih dan mata sipit ( mirip Cina nech…hehehe ). Sementara Amanda, terlahir dengan dagu nyatis seperti dagu Ibuku.

Tapi tiba-tiba…semua tim medis panik dan super sibuk, begitu tau Diva belum nangis begitu keluar dari rahimku. Matanya pun masih terpejam, dengan mulut yang juga tertutup rapat. Aq dan suami yang awalnya seneng Diva lahir sempurna, ikut panik. Bahkan saat badan Diva sudah ditepuk-tepuk agar cepat nangis, tapi Diva tetap diam membisu…aq seperti kehilangan separuh nyawaku. Tapi hati kecilku yakin, Diva pasti akan terus menemaniku. Begitu pula suamiku, dia gak berhenti menuntunku utk Istighfar dan membisikkan ” Allohu Akbar ” di telinganya Diva. Langsung aja instingku konek dan ngomong: ” Suster, tolong Diva taruh di dada saya.” Sambil terus membisikkan Allohu Akbar ke telinganya…aq coba kasih semangat: ” Dik…ini bunda, nungguin adik. Sini sayang bunda peluk. Anget dik? Nah sekarang, ayo Dik buka mata dan mulutnya sayang, nangis yuk…bunda pengen denger nangis merdunya adik…ayo sayang.”

Subhanalloh…Allohu Akbar…Diva membuka matanya, melirik pelan. Lalu mulut mungilnya pun terbuka, senyum manisss banget. ” Makasih dik…adik cantik banget. Ini Bunda sayang, itu Ayah. Alloh Maha Besar dik.” Sesaat setelah itu, Diva pun nangis…ach senangnya prends :). Abis nangis, masih tetap dalam pelukanku, mata Diva menatap syahdu padaku, seakan dia ngomong: ” Ayah…Bunda…Ini Diva.” Langsung aja kutuntun Diva untuk Inisiasi Menyusui Dini, setelah tim medis meletakkan tubuh Diva di perutku. Dengan cekatan, Diva menemukan payudaraku, dan yappppp mimik ASI bunda dech…hehehe…senangnya.

Begitu waktu mimik ASI utk pertama kalinya dirasa cukup, Diva dibawa tim medis untuk dibersihkan tubuhnya, sambil suamiku mengikutinya untuk melaksanakan Sunnah Rosul, melafalkan kalimat Adzan dan Qomad di kedua telinga Diva. Begitu selesai semuanya, aq sudah di kamar inap, Diva juga sudah bersih, wangi dan rapi…malamnya Diva tidur bersama kami. Karena sebelum Diva lahir, kami menandatangani surat persetujuan untuk pelaksanaan ASI Eksklusif. Jadi saat itu juga, Diva tidur bersama kami. Kalo dia haus, langsung mimik ASI :). Begitu pula kalo Diva pipis n pup, langsung kami yang bersiin dan gantiin popoknya. Tapi Diva hebat lho prends. Selama rooming in sama kami, dia gak pernah pipis n pup. Diva baru melakukan kegiatannya itu kalo pas mo dimandiin ama bidan. Diva bener2 gak mo ngrepotin Ayah n Bunda tuh…:).

Sekilas membalik cerita sebelum kelahirannya Diva. Sabtu sore tanggal 10 Mei, sekitar jam 6…aq baru pulang dari kontrol terakhir di DSOGku yang baik hati, dr Masyhudi, SpOG. Aq putusin kontrol lagi, karena HPL-nya Diva dah mundur 2 hari, khawatir aja ada apa2. Tapi syukurlah…dari hasil pemeriksaan, ketubanku bagus dan masih banyak. Jadi tetap nunggu aja saatnya tiba. Aq pun pulang ditemani Ibuku. Gak taunya, sekitar jam setengah 10 malam, mules2 itu muncul dan terus muncul tiap 5 menit sekali. Langsung kuputuskan ke RS bersama suami. Tapi sampai ke esokan harinya, Minggu 11 Mei pukul 1 siang, pembukaannya tetap aja 4. Akhirnya diputuskan, kelahiran Diva dibantu induksi. Alhamdulillah tepat pukul 4 sore lebih 5 menit WIB, Ananda Titania Diva Ardhillah ( Diva ) lahir, dengan Berat Badan 3,510 kg dan Panjang Badan 49 cm.

Kini…Diva sudah 2 bulan lebih usianya. Diva sudah bisa ketawa kalo diajak ngobrol, noleh kanan kiri kalo diperdengarkan suara musik ato benda2 lainnya, sudah bisa ngoceh juga…wah pokoknya nggemesin dech. Trus sudah mulai bisa tidur miring juga. Dan yang pasti, Diva makin banyak minum ASI-nya. Inilah manfaat jangka panjang Hypnobirthing yang kurasakan. Selain ASI ku banyak utk Diva, Diva pun tumbuh jadi baby yang tenang, nyenyak banget tidurnya, dan gak rewel, kayak kakak2-nya dulu waktu bayi. 

Finally, trimakasih banyak kepada tim medis Rumah Sakit Islam ( RSI 2 ) Jemursari Surabaya, yang sudah membantu kelahirannya Diva. Maaf ya Dok, Diva sempat ngrepotin tim medis, karena gak langsung nangis. Mata dan mulutnya pun tertutup rapat, sampe’ diambilin oksigen segala :). Makasih juga utk do’a n simpati teman2 kantor di 96 FM Mercury Surabaya. Kado2-nya cantik banget, sama cantiknya kaya’ Diva…hehehe. Trus, matur nuwun sanget utk ibu2 perumahan dan Mr Affandi dari YDSF Surabaya bersama ibu atas setumpuk kado mungilnya.

Tak lupa pula, makasih buat semua teman2 milis hypno-birthing@yahoogroups.com yang sudah kirim do’a dan simpatinya, sejak Diva masih dalam kandunganku, sampai sekarang Diva sudah 2 bulan usianya. Semoga amal sholih kalian, dicatat Tuhan YME sebagai amalan terindah kalian kelak di surga, Amiin. Special thanks to Melia, makasih ya kado kaos kaki cantiknya, jauh2 dari Amrik pula belinya. Mungil n lucu2 banget warnanya Mel, nggemesin. Harapan kami berdua, semoga kami bisa jadi orangtua yang benar2 amanah utk ke 3 anak kami, Brilly, Amanda dan Diva…Amiin.

 salam,
bunda Brilly, Amanda n Diva ( Brildava )
http://bundabrilda.blogs.friendster.com/diana

Leave a Reply