Saya Sadar Menyusui

Dikirim oleh Evariny A. untuk Seputar ASI
dikunjungi: 1982 kali, 1 hari ini

Selama menyusui, bukan tubuh Anda yang berperan memberikan ASI, tetapi sikap, hati dan pikiran Anda untuk bayi. ”Saat menyusui adalah saat yang paling kunantikan. Sesibuk apa pun, aku tetap meluangkan waktu untuk menyusui. Semua rasa lelah dan stres hilang, karena saat menyusui adalah masa yang membahagiakan untukku. Aku menyusui secara sadar… Sadar akan segala manfaat dan kebaikan ASI, bukan hanya karena praktis. Aku sadar aka kebutuhan bayi untuk disusui. Aku sadar bahwa saat menyusui adalah wujud cinta kasih yang paling dalam.
Kini, aku jadi panutan teman-temanku sebagai breastfeeding mom. Bukan karena ASI-ku berlimpah hingga disumbangkan, tetapi karena niat hati untuk sadar ASI, juga mengasihi bayi lain yang membutuhkan ASI, seperti anakku.”

-Maria Josephine Ng (34), ibu 2 anak.

Pemberian ASI bukan sekedar “saat minum susu” untuk si kecil. Proses menyusui adalah seni yang membutuhkan konsentrasi dan ketulusan hati. Yang sedang berada dalam dekapan dan dekat dengan jantung Anda alah buah hati Anda. Maka menyusui adalah satu proses bonding yang paling berarti antara ibu dan anak.

1. Berikan ASI secara langsung, tanpa paksaan.
Bayi dapat merasakan emosi ibunya. Jika Anda merasa terpaksa memberikan ASI, maka rasa itu bisa ditangkap si kecil, sehingga dia pun menjadi rewel, bahkan mungkin akhirnya malas menyusu.

Emosi negatif yang Anda rasakan juga bisa mempengaruhi produksi ASI. Hormon oksitosin, yang berpengaruh besar terhadap produksi ASI, akan muncul dengan sendirinya saat Anda merasa bahagia, tenang, relaks dan tidak stres. Hormon ini juga akan muncul saat terjadi hubungan intim.

2. Berikan ASI saat si kecil memintanya.
Bukan hanya Anda yang tidak boleh merasa terpaksa, si kecil juga demikian. Begitu Anda sudah tenang dan relaks, si kecil juga harus tenang, karena proses menyusui merupakan proses timbal balik antara ibu dan bayi. Maka, jangan memaksanya menyusu pada Anda saat dia tidak ingin menyusu.

3. Rileks saja!
Menyusui tanpa paksaan saja tidak cukup untuk mencapai proses menyusui yang sempurna. Sebaiknya Anda juga rileks dan tenang saat menyusui si kecil. Bukankah kondisi ini berkaitan dengan keberadaan dan aktifnya hormon oksitosin?

4. Kenakan baju yang bersih dan nyaman
Tentunya Anda tidak dapat sembarangan membuka baju saat aka menyusui, terlebih jika di tempat umum. Kenakan baju yang bersih dan nyaman untuk menyusui. Misalnya, baju dengan kancing depan. Lalu siapkan syal, handuk, atau nursing apron yang banyak dijual di toko perlengkapan bayi, untuk menutupi sebagian payudara Anda. Ketika mengenakan baju dan apron menyusui, pastikan si kecil tetap bisa bernapas.

5. Pastikan posisi sudah benar dan nyaman
Anda harus yakin bahwa posisi proses laktasi Anda dan si kecil sudah nyaman. Pastikan juga posisi tersebut sudah benar, yaitu perut si kecil berada dalam dekapan Anda, dada Anda bertemu dengan dada si kecil, hidung si kecil pada posisi puting, dagu si kecil pada posisi bagian bawah payudara Anda. Cara mudah menghafalnya dengan kata-kata “Tummy to mummy, Chest to chest, nose to nipple, chin to breast”

6. Kontak mata dong!
Walau sudah punya persiapan yang sempurna, tetapi proses menyusui itu sendiri yang paling penting. Kontak mata dengan si kecil harus dipertahankan, karena disinilah proses bonding yang erat bisa terjalin. Jangan hanya sekadar memeluk dan memberikan ASI padanya, tetapi berbicaralah lewat mata, berikan pandangan yang lembut dan penuh kasih sayang. Walau masih bayi, si kecil bisa menangkap bahasa cinta yang terpancar melalui tatapan Anda.

7. Puting dan payudara bersih terawat
Selain untuk kepentingan si kecil, jika payudara Anda bersih dan terawat, maka Anda terhindar dari berbagai gangguan payudara, seperti puting lecet.
Setelah mandi, bersihkan puting dan aerola (daerah kehitaman di sekitar puting) dengan kapas yang telah dicelupkan air hangat. Jika akan menyusui, perah sedikit ASI lalu oleskan pada puting dan areola.

8. Jaga asupan gizi
Apa yang Anda makan dan minum akan dicicipi pula oleh si kecil melalui ASI. Makanan Anda yang bergizi tinggi akan juga dirasakan manfaatnya oleh sang bayi. Penuhi kebutuhan tubuh Anda akan cairan denan baik. Jika perlu, bawa camilan yang sehat kemanapun Anda pergi, sebagai tambahan asupan gizi Anda.

Yang Terbaik!
- Asi yang paling baik

Hal terpenting yang harus disadari, yaitu ASI merupakan gizi terbaik bagi bayi. ASI juga mengandung anti-infeksi dan imunitas alami untuk melindungi si kecil dari berbagai penyakit. Bayi 0-6 bulan tidak perlu makanan atau minuman tambahan, karena 100% gizi dan kalori sudah terpenuhi hanya dari ASI.

- ASI mengurangi kemungkinan alergi
Peneliti membuktikan, salah satu cara paling efektif untuk menghindari alergi dan penyakit asma pada anak adalah dengan pemberian ASI saat bayi.

- ASI menjalin kontak batin antara ibu dan bayi
Penelitian membuktikan, sebuah sentuhan dapat memberikan efek positif secara fisik maupun emosi. Sentuhan… suatu hal yang sangat sederhana

- ASI mengurangi risiko beberapa penyakit pada ibu
Pemberian ASI dapat mengurangi risiko terjadinya bebrapa penyakit pada ibu, seperti kanker payudara, kanker rahim, kanker indung telur, dan kanker dinding rahim. Pemberian ASI juga dapat mencegah osteoporosis (kerapuhan tulang).

- ASI mengurangi berat badan ibu
Prosuksi ASI membutuhkan kalori. Di lain pihak, ibu yang peka terhadap gizi selama menyusui, cenderung memilih makanan dan minuman bergizi. Dengan kata lain, ibu menjalani diet yang baik untuk kesehatan tubuh dan bayinya, sehingga berat badan lebih cepat turun.

- ASI membuat hidup lebih bersih dan teratur
Selama masa menyusui, otomatis ibu berusaha mengatur jadwal hariannya. Kapan saat yang tepat untuk beristirahat, bekerja, kegiatan rumah tangga, dan tentu saja menyusui si kecil. Selain itu, ibu akan lebih memperhatikan tingkat kebersihan tubuhnya dan lingkungan, supaya si kecil tetap sehat.
Penulis : Evariny Andriana

Share

Leave a Reply