Our Most Beloved “Aisya Afiqa Azzarifah”

Dikirim oleh ummi afiqa untuk Kelahiran Normal
dikunjungi: 5346 kali, 1 hari ini

Hari ini sebulan sudah umur anakq afiqa dan aku baru bias merampungkan ceritaku tentangnya Aisya Afiqa Azzarifah.

Diwiridku “Ya Latif” kau lahir putriku dan kami memanggil namamu Ifah yang diambil dari asma Allah Latif ….dan afiqa agar mencapai kemulian

begini ceritanya bunda-bunda yang cantik2 dan manis, di perkirakan dokter aku melahirkan tanggal 5 mey paling cepat dan paling akhir tanggal 15 mey.

tapi rupanya Allah berkehendak lain dan hari itu tanggal 26 april minggu sehari sebelum daddynya afiqa sampai dirumah, perlu diketahui aku udh duluan pulang kerumah ortu krn ingin melahirkan disamping ortu, suami yang kerja di daerah Papua perusahan Trakindo Utama membuat kami berdua memutuskan melahirkan di rumah ortuku menimbang dipapua hanya kami berdua gk ada sanak famili.sebenarnya suamiq udah cuti dari tanggal 24 april tapi masih kerumah ortunya (mertuaku) diDenpasar – Bali dan rencana tanggal 26 april tiba dirumahku.

mulai dari siang hari kira-kira jam 12 ,tulang belakangq kayak mau tercabut tapi semua itu lewat begitu saja ketika aku menarik nafas panjang mengikuti rileksasi yang diajari di website hypno-birthing, terasa nyaman, namun saat aq mau shlat dzhuhur kq tiba2 dirakaat ke dua gk mampu lagi berdiri. dan utk yang kedua kalinya aku shlat duduk setelah yang pertama kali seminggu yang lalu waktu itu menurut dok aku harus dioprasi krn melintang posisi bayi dan waktu sakit itu rupanya bayiku berputar keposisi lahir gk sunsang lagi.

Selama kehamilan dari bulan pertama rukuk dan sujudku masih sempurna seperti layaknya belum hamil.

disiang hari itu aku terus menerus menelpon suamiq yang sudah cuti tapi masih dibali melihat orang tuanya (mertuaku).

Rasa sakit dibagian belakangku terkadang datang terkadang hilang dan sakitnyapun gk menentu, dan seperti yang pernah kubaca dan dengar dengar dari para bunda tetanggaku yang sudah duluan punya babby, katanya kalo sudah mau dekat lahiran biasanya bayi tdk akan menendang2  tapi mengeliat saja, namun yang terjadi sebaliknya bayiq masih aktif bergerak seperti biasanya cuman diiringi sakit di tulang bagian belakangku

saat ashar tiba akupun menelpon rumah sakit memesan kamar tapi aku masih ragu untuk kerumah sakit, karena sakit yang aku rasakan sama saat kandunganku berusia tujuh bulan dan saat diperiksa dokter ternyata aq krg istirahat aja dan kecapean.

saat shalat asharpun dirakaat kedua aku duduk dan selesai shalat aku mendengarkan nasyid opick sambil mengusap diperutku dan berkata ” nak, tunggu daddy ya, sebentar lagi daddy datang besok malam insya Allah daddy datang, nak, ummi takut sendiri kalo melahirkan, ummi mau dengan daddy, nak sabar ya kami sayank dan merindukan kehadiranmu di tengah-tengah kami.”

terasa tenang bayiku dan rasa sakitpun menghilang dan aku tidak merasakan sakit lagi,hingga waktu magrib tiba, setelah berwudhu akupun segera shalat dan saat mengangkat takbir tiba2 kakiku terasa lemas dan gemetar.dan akupun segera shlat duduk sejak rakaat pertama,dan saat sujudpun kepala tak menyentuh lantai lagi.selepas shlat dan doa seperti biasanya membaca wirid dari gus arifin surabaya, sambil sesekali ku usap perutku, rasa tak nyaman untuk dudukpun kurasakan akhirnya akupun berdiri dengan lutut dan kedua tanganku diatas kasur memegang buku wirid, tiba-tiba saat diwiridku “Ya Latif” tiba2 terrasa kontraksi begitu hebat sepertinya aku mau buang air kecil yang tak tertahankan sementara kakiku gemetar tak sanggup berdiri, lalu akupun setengah menyandar dinding berkata ” ya Allah kenapa ini …!!! bunda aq mau pipis ….bunda (panggilan untuk adik iparku) dan adik laki-lakiq kebetulan ada dikamarku lagi maen game dilaptop spontan kaget dan baru katakan kak kenapa …???, tiba-tiba byuuuuuuur …..!!! air keluar begitu banyak, spontan kaget dan adikku berlari keluar memanggil mamaku yang lagi mandi, bunda semua pasti bias bayangkan kagetnya dan paniknya orang-orang dalam rumahku

mamaku yang lagi dikamar mandi keluar dan kekamar, sementara adikku, dan papaku segera menancap gas motor mencari bidan dan mobil,

subhanaullah baru saja mamaku memasuki kamar berselang 5 menit dari pecah ketuban tiba-tiba bayiku keluar, mamaku kaget dan gemetar untuk pertama kalinya memegang kepala bayi,

selepas keluar bayiku, bidanpun tak kunjung datang, sementara plasenta masih belum keluar masih berada didalam, mataqku mulai berkunang-kunang dan terasa mengantuk namun semua menyuruhku untuk tdk tidur dan bicara, akupun mengambil handphonku dan menelpon suamiku, yang binggung dibali mengingat keadaan lahiran dirumah dan bidan tak kunjung tiba.

sekitar 30 menit kemudian bidanpun datang dan mengeluarkan plasenta jg memotong tali pusar bayi. alhamdulillah semua happy ending dan aku juga bayiku dibawah ke Rumah sakit,setelah diperiksa oleh dokter subhanaullah tanpa robekan persis org tua zaman dulu saat melahirkan kita hanya dibiang kampung tanpa ada kata suntikan ataupun menambah pintu.

Subhanaullah walhamdulillah ‘ala ni’matilah, aku yang takut saat membayangkan gimana sakitnya melahirkan, bayiku yang sempat melintang dan harus ceasar, selama kehamilan juga aku sering sakit, Alhamdulillah akhirnya semuanya berjalan dengan baik dan Allah mentakdirkan yang lebih baik dan lebih mudah dan kami namakan anak kami yang pertama ini dengan nama Aisya Afiqa Azzarifah yang artinya aisya yang mencapai kemulian dan comel.

Share

One Response to “Our Most Beloved “Aisya Afiqa Azzarifah””

  1. amin farida S.Psi Says:

    sukses atas perjuangannya doakan saya ya lagi nunggu kelahiran putra ke dua

Leave a Reply