Lancar Menyusui dengan Hypnobreastfeeding

Dikirim oleh Evariny A. untuk HypnoBreastfeeding

 

Lancar Menyusui dengan Hypnobreastfeeding

BANYAK cara dilakukan para ibu untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas air susunya, mulai dari mengonsumsi jenis makanan tertentu seperti daun katu, kacang hijau, atau meminum jamu. Selain cara-cara tersebut, terdapat satu lagi alternatif untuk membantu kelancaran ASI, yakni melalui metode hypnobreastfeeding. 

Sebab, masalah utama yang sering dihadapi oleh ibu menyusui adalah kurangnya produksi air susu ibu (ASI) sehingga menghambat aktivitas menyusui. Padahal, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi hingga menginjak usia dua tahun. 

Menurut pakar hipnoterapi Lanny Kuswandi, hypnobreasfeeding adalah salah satu bagian dari hipnoterapi, yang dilakukan dengan teknik relaksasi untuk menetralisir pikiran-pikiran negatif yang terlanjur terekam di alam bawah sadar. Caranya, dengan memasukkan sugesti positif ketika sang ibu berada dalam keadaan relaks. 

Misalnya, dengan mengucapkan kalimat, ”ASI saya cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi saya.” Tujuan afirmasi positif tersebut adalah untuk menjadikan aktivitas menyusui sebagai suatu kegiatan yang mudah dan sederhana. 

”Banyak hal yang menjadi penyebab tidak lancarnya produksi ASI, mulai dari kondisi psikologis ibu yang tidak percaya diri, stres, panik, sakit, lemas, terlalu lelah, kurang tidur, dan lain sebagainya. Untuk mengatasi masalah ini, ada satu solusi yang sederhana, yaitu dengan relaksasi,”  tutur Lanny dalam sebuah seminar di Jakarta, pekan lalu. 

Teknik relaksasi tersebut, jelas Lanny, terdiri atas tiga tahap. Pertama, relaksasi otot mulai dari puncak kepala sampai telapak kaki, termasuk wajah, bahu kiri dan kanan, kedua lengan, daerah dada, perut, pinggul, sampai kedua kaki. 

Kedua, relaksasi nafas. Hidup di kota besar membuat orang sering dilanda stres karena dituntut untuk melakukan segala sesuatu serba cepat dan terburu-buru. Apalagi, zaman sekarang banyak perempuan yang memiliki peran ganda sebagai seorang ibu sekaligus wanita karier. 

Nah, untuk mencapai kondisi relaks, tarik nafas panjang melalui hidung dan hembuskan keluar pelan-pelan melalui hidung atau mulut (fokuskan pernafasan di perut). Lakukan selama beberapa kali sampai ketegangan mengendur dan hilang. 

Ketiga, relaksasi pikiran. Menurut Lanny, pikiran orang sering kali berkelana jauh dari lokasi tubuh fisiknya. Untuk itu, belajarlah memusatkan pikiran agar berada di tempat yang sama dengan tubuh fisik kita. Untuk mendukung relaksasi, perlu diciptakan suasana tenang, misalnya dengan memutar musik atau menggunakan aroma terapi untuk memberikan atmosfer relaks. 

Menurut Lanny, jika pikiran tenang dan sang ibu mengonsumsi cukup makanan bergizi, maka aktivitas menyusui pun akan menjadi lebih mudah dan lancar. Selain itu, peran suami dan keluarga juga sangat penting dalam memberikan dukungan kepada ibu selama menyusui. (OL-08) 

Penulis : Yulia Permata Sari

mediaindonesia.com

Leave a Reply