Hypnoparenting – Sugesti Dalam Mengasuh Anak

Dikirim oleh Evariny A. untuk HypnoParenting

Tehnik hypnotherapy (terapi dengan hypnosis) adalah tehnik untuk membuat seseorang tidak sadar melakukan berbagai tindakan yang diminta orang yang menghipnosis. Tehnik yang juga disebut

Hypnoparenting ini sudah ada sejak dahulu. Bekerja langsung pada alam bawah sadar anak, sehingga memungkinkan orang tua melakukan pola pengasuhan tanpa paksaan. Proses ini adalah berupa pengucapan reaksi dari sugesti berulang-ulang baik positif atau pun negatif dari orang tua kepada anaknya, sehingga tingkah laku anak mengikuti sugesti tersebut. Tehnik ini juga berguna untuk meningkatkan komunikasi spiritual orang tua dan anak

  • Andi, lihat kamarmu …. Tiap hari pasti berantakan. Coba atur supaya tidak berantakan begini. …”
  • “Anak ayah, anak pinter kok, pasti kamu bisa dan selalu terus berusaha ya…”

Dari dua contoh pernyataan yang berbeda tersebut, memiliki dampak yang berbeda pula. Pernyataan pertama, karena sering mendengar kata-kata negatif seperti demikian dari orang tua, anak tumbuh menjadi anak yang berantakan dan tidak rapi. Sedangkan pernyataan kedua, meski anak gagal dalam melakukan sesuatu, misalnya tugas dari sekolah atau membantu pekerjaan rumah, kata-kata positif tersebut justru memicu rasa percaya diri dan menjadi anak yang pintar dan pantang menyerah.

Terkait dengan proses yang berlangsung pada alam bawah sadar anak, orang tua seharusnya menghindari beberapa hal seperti berikut.

  • Membiarkan anak tertidur di depan tv atau media lain yang hidup, terutama jika media tersebut memiliki efek negative. Saat tertidur, anak akan memasuki kondisi alpha, sehingga apa yang ia dengar dari luar dapat terprogram secara otomatis di alam bawah sadarnya.
  • Saling melontarkan kalimat negative atau bertengkar di depan anak karena bisa tertanam di jiwa bawah sadar anak, dan kemungkinan berakibat pada kesehatannya.
  • Melakukan kekerasan terhadap anak, karena ia akan dengan mudah memprogram kekerasan tersebut di jiwa bawah sadarnya.
  • Menggunakan kata-kata negative. Misalnya, “Besok pagi kamu bangun dan tidak menangis, tidak rewel”, tetapi ganti menjadi,“Besok pagi kamu bangun dengan hati yang gembira dan sehat ya…”

Manfaat:

  • Meningkatkan SQ (Spiritual Quotient) anak.
  • Mengarahkan proses tumbuh kembang anak.
  • Mempersiapkan generasi sehat, cerdas dan kreatif.
  • Membantu anak yang sakit jadi lebih tenang, merasa aman terlindung sehingga kualitas tidur lebih baik dan daya tahan tubuh meningkat.
  • Membantu orang tua lebih paham kepribadian anaknya.
  • Membimbing orang tua menjadi bijaksana dan peka secara spiritual dalam mendidik dan mengasuh anak.
  • Mengarahkan orang tua selalu menjadi probadi yang positif.

Cara kerja:

  • Orang tua bertindak sperti remote control yang mendidik anak secara bertahap.
  • Terjadi komunikasi menggunakan energi bawah sadar untuk mempengaruhi rekaman bawah sadar anak.
  • Tindakan dan tingkah laku si balita masih sangat banyak dipengaruhi alam bawah sadarnya. Itu sebabnya, ia begitu polos dan spontan, serta mudah deprogram oleh orang tuanya.
  • Pikiran anak balita ibarat spons yang sangat mudah menyerap apapun yang terdengar, terlihat dan terasa.
  • Orang tua menanamkan sugesti dan afirmasi sesuai kebutuhan anaknya, langsung kea lam bawah sadarnya, sehingga keseharian anak sesuai sugesti tersebut.

Persiapan orang tua:

  • Paham sifat dan kebiasaan anaknya, sehingga tidak melakukan sugesti yang bertentangan dengan sifat si kecil.
  • Bisa menyeleksi kata-kata yang akan diucapkan. Fokus pada kata-kata positif dan hindari kata-kata negative seperti“nakal”,”bandel”,”malas”,”berisik” dan sebagainya.
  • Mampu introspeksi diri dan memberikan contoh baik pada anak.
  • Paham betul konsep dasar hypnoparenting. Tak sekedar “tahu”. Hindari tindakan “tidak sepenuh hati” atau “tidak rela”.
  • Bekerja sama dengan anak mengenai cara menerapkanhypnoparenting agar konsisten.
  • Setiap orang punya kesalahan. Orang tua harus menyadarinya agar tidak selalu menyalahkan anak.
  • Ingat, yang bicara adalah bahasa batin. Anak tidak peduli orang tua bicara dalam bahasa apa, tetapi saat orang tua meniatkan maksud dan pikirannya, itulah yang tertangkap. Janin bias mengikuti kata-kata ibunya, walau ibunya bicara dalam hati, tanpa suara.

Langkah-langkah:

  • Orang tua harus tenang dan rileks.
  • Cari saat paling tepat untuk melakukan penanaman sugesti pada anak, ketika si kecil dalam kondisi yang rileks dan fokus. Misalnya, saat menyusui, saat anak sakit, ketika hujan turun, saat bercerita, atau saat si kecil sedang tidur.
  • Gunakan media pendukung untuk melakukan penanaman sugesti (jika dibutuhkan). Misalnya suara musik yang menenangkan, suara lembut ibu dan ayah, suara detak jam, dan sebagainya.
  • Lakukan kontak tubuh secara lembut, berulang dan monoton (dapat dilakukan saat ia tertidur), seperti mengusap kepala atahu dahi si kecil, mengusap punggungnya dengan lembut.
  • Mulailah bicara dengan niat menanamkan sugesti positif, gunakan kalimat afirmasi positif seperti, “Anak manis, mimpilah yang indah dan besok pagi, bangun segar, sehat dan bersemangat”.
  • Lakukan pengulangan secara konsisten, ibu dan ayah melakukan hal sama berulang-ulang, hingga terlihat hasil yang diharapkan.

Contoh kalimat afirmasi:

  • “Sayang, ini Bunda…..Tidur yang nyenyak ya.., besok bangun pagi dengan segar, semakin sehat, semakin pandai.”
  • “Sayang, ini ayah…Kamu anak ayah yang paling baik, penurut dan solihah.”
  • “Anandaku, pasti kamu bisa berjalan dengan lancar, jangan berhenti mencoba ya….pasti berhasil.

penulis : evariny andriana

Leave a Reply