Petunjuk Praktis Merawat 6 Bagian Tubuh Bayi

Dikirim oleh Evariny A. untuk Bayi umur 0-2th
dikunjungi: 6258 kali, 1 hari ini

Bayi mungil Anda tampak seperti makhluk lemah. Ia pasrah diperlakukan bagiamanapun. Sepenuhnya ia bergantung pada Anda. Termasuk ketika ia membutuhkan perawatan tubuh.

Merah, mata selalu terpejam dan tubuh tampak sedikit berbulu. Begitulah penampakan awal umumnya bayi baru lahir (newborn). Bentuk fisiknya belum sepenuhnya menyesuaikan diri dengan alam di luar kandungan. Ia masih membutuhkan perawatan Anda, sebagai orangtuanya. Memang terasa ‘mengerikan’ bila tiba saatnya harus mengurus—merawat tali pusat, melap tubuhnya, membersihkan kotoran, dan sebagainya—tubuhnya.

Meski begitu, Anda dan pasangan tetap harus melakukan kewajiban yang satu ini. Meski kadang Anda yang lebih banyak melakukannya, keterlibatan sang suami dapat lebih memudahkan dan menenangkan. Menurut Dr. Pimprim Wibowo, Sp.A., dari Klinik Anak Citra Medika, Jakarta, yang paling penting dalam merawat bayi adalah menjaga kebersihannya. Bayi laki-laki dan bayi perempuan umumnya dirawat dengan cara yang sama kecuali bagian genitalnya. Namun, banyak  orangtua yang juga belum fasih merawat bayi. Tak apa, Anda memang belum mahir. Lagipula tak ada sekolah khusus buat orangtua bukan?

Merawat bayi dengan benar  akan menghindarkan bayi dari berbagai penyakit. Untuk itu, ada baiknya Anda mengetahui tahapan perawatan bayi, terutama bagian-bagian yang sangat sensitif.

Merawat Tali Pusat

Tali pusat akan lepas dalam waktu 1-4 pekan. Perawatan tali pusat yang benar akan mempercepat penyembuhan dan menghindari infeksi. Lakukan perawatan seperti berikut ini :

  • Setiap kali habis dilap (mandi), ganti kain kasa yang membungkus tali pusat dengan kain kasa yang baru. Basahi kain kasa dengan alkohol 70%, lalu lilitkan dan rekatkan dengan pita perekat.
  • Bila tali pusat belum lepas (puput), jangan mandikan bayi  sambil berendam.
  • Agar penutup tali pusat tak lepas, gunakan gurita.
  • Bila pangkal tali pusat bernanah atau berwarna kemerahan, atau bayi menangis setiap kali bagian itu disentuh, segera bawa dia ke dokter. Barangkali sudah terinfeksi.
  • Merawat KelaminÂ

Bagian genital bayi laki-laki dan perempuan adalah bagian yang sensitif. Kebersihannya harus terjaga benar. Bila bayi laki-laki Anda  belum disunat, sebaiknya bersihkan penisnya dengan sabun. Gunakan  kapas basah untuk membersihkan penis dan lipatannya.  Jangan memaksa menarik kulit luar dan membersihkan bagian dalam penis atau menyemprotkan antiseptik karena sangat berbahaya. Kecuali jika bayi sudah disunat.

Keringkan  area ini dengan benar. Kelembaban memudahkan iritasi. Biarkan terbuka sebentar, agar lembab hilang terkena angin. Bersihkkan pula bagian bokong bayi. Caranya, angkat kedua kaki bayi, lalu bersihkan dari arah kelamin ke dubur.

Untuk bayi perempuan, jangan gunakan sabun secara berlebihan. Gunakan gulungan kapas halus yang dibasahi air hangat untuk membersihkan bagian dalam dan bawah kelamin. Basuh seluruh kelamin dengan air mulai dari bagian atas ke bawah. Saat membersihkan bokongnya, lakukan seperti petunjuk di atas. Jangan bubuhi  area kelamin bayi perempuan  dengan bedak. Cara ini dapat  memunculkan risiko kanker serpik di kemudian hari. Perlu diingat, jagalah popok yang digunakan bayi tetap kering. Popok yang basah dapat merangsang tumbuhnya kuman (infeksi) di bagian luar dan bagian dalam kelamin. Infeksi lebih mudah terjadi pada bayi perempuan karena daerah intimnya lebih terbuka.

Mengatasi Ruam Popok

Popok yang dibiarkan lembab bisa menjadi sarana berkembang biaknya bakteri. Akibatnya, muncullah ruam pada bayi.  Agar hal itu tak terjadi, cermati hal berikut :

  • Setiap kali bayi pipis, segera ganti popoknya. Gunakan lap bersih atau kapas yang telah dibasahi air, untuk membersihkan pantatnya.Â
  • Gunakan krim pelindung seperti baby lotion setiap mengganti popok.
  • Sesekali membiarkan bagian bawah tubuh bayi terbuka juga baik. Namun pastikan suhu ruangan cukup hangat sehingga si bayi tak kedinginan. Atau, usai dibersihkan, biarkan bayi terkena sinar matahari langsung tanpa mengenakan popok.
  • Jika terjadi ruam popok pada kulit yang ditandai dengan lecet dan bintil-bintil merah di sekitar alat kelamin atau bokong, segera hubungi dokter.Â

Membersihkkan Telinga

Sebenarnya telinga mempunyai mekanisme sendiri untuk membersihkan kotoran di dalamnya.  Jadi jangan mengorek, menarik, atau  mengulas bagian dalam telinga bayi.  Meski Anda yakin alat yang digunakan super lembut.  Tindakan ini hanya akan mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam, juga melukai bagian dalam (gendang) telinga. Anda hanya perlu membersihkan bagian luar dan pintu masuk lubang telinga bayi dengan kapas atau kain yang sudah dibasahi (dengan air atau baby oil). Lakukan dengan hati-hati. Bila bayi terlihat rewel, demam, dan kerap menyentuh telinganya, mungkin itu pertanda terjadinya infeksi telinga. Segeralah bawa dia ke dokter.Â

Membersihkan Hidung

Seperti telinga, hidung juga mengeluarkan kotorannya sendiri. Anda tak perlu mengorek kotoran hidung. Apalagi menggunakan jari Anda yang belum tentu higienis (selain tentunya jari Anda juga besar). Tindakan tersebut dapat melukai membran hidung  yang sangat  tipis. Bersihkan hanya bagian luar hidung bayi dengan kain halus yang sudah dibasahi.

Bila Anda tetap ingin mengeluarkan lendir kering yang terkumpul  (untuk mencegah hambatan pernapasan), basahi sedikit kotoran tersebut  lalu bersihkan secara hati-hati dengan kain lap. Namun jangan dipaksakan bila bayi merasa terganggu.Â

Untuk membersihkan lendir yang menyumbat hidung saat bayi pilek,  gunakan pipet. Pencet karet bulat di ujung pipet lalu masukkan ujung satunya secara hati-hati ke lubang hidung bayi, kemudian lepaskan pencetan dari karet bulat tersebut.

Memangkas Kuku

Menggunting kuku bayi sangat penting karena kuku bayi lumayan tajam dan mudah  panjang. Kuku bayi yang panjang dapat melukai tubuh dan wajahnya. Menunda menggunting kuku dan menutupinya dengan sarung tangan tidaklah baik karena dapat mengganggu perkembangan kemampuan tangan bayi. Memang menggunting kuku bayi bukan pekerjaan mudah.  Anda dapat mencoba langkah berikut ini:

  • Potong kuku tangan dan kaki bayi seminggu sekali.
  • Kuku bayi amat lembut, gunakan gunting kuku khusus bayi yang ujungnya membulat dan tidak tajam.
  • Anda dapat  menggunting kuku saat bayi  tidur atau  terjaga. Namun saat terbaik untuk merapikan kukunya adalah ketika ia sedang tidur.
  • Mintalah  batuan orang lain untuk memegangi tangan bayi sehingga Anda dapat menggunting kukunya dengan aman.
  • Saat menggunting kuku,  tekan bantalan kuku (daging di bawah kuku) menjauh dari kuku agar tak terluka.
  • Untuk bayi yang sudah agak besar, pangkulah ia dengan nyaman dan posisi aman. Gunakan satu tangan untuk memegang jari si kecil, sedang tangan lain merapikan kukunya.
  • Ajaklah bayi berbicara selama Anda menggunting kuku agar Anda berdua tak tegang.

Meski Anda sangat hati-hati, ujung jari bayi tetap  dapat terluka. Untuk itu, segera balut dengan kain kasa steril tapi tak perlu menggunakan plester.Â

sumber : parentsguide

Share

Leave a Reply