Menyusui saat hamil

Dikirim oleh Evariny A. untuk Masalah Umum Seputar ASI
dikunjungi: 7065 kali, 1 hari ini

Memberikan ASI pada saat hamil apalagi bila bayinya belum berusia 12 bulan malah dianjurkan, karena ASI masih menjadi makanan utama di samping makanan pendamping ASI (MP-ASI). Kondisi ini dikenal dengan istilah tandem nursing.

Memang, bila ibu menyusi hamil lagi, maka akan terjadi perubahan pada komposisi ASI. ASI akan berubah sebagaimana sifat kolostrum yang bersifat pencahar. Salah satu akibatnya adalah buang air yang lebih encer dan sering yang seringkali dianggap sebagai “diare”.

Sebenarnya, yang lebih dikhawatirkan adalah terjadinya kontraksi rahim akibat rangsangan bayi terhadap payudara yang akan menghasilkan hormon oksitosin. Kontraksi rahim ini dikhawatirkan dapat menyebabkan abortus.

Pada umumnya, bila ibu menyusui eksklusif, bayi belum berusia 6 bulan serta ibu belum haid kembali, maka kecil sekali kemungkinan terjadinya kehamilan. Dengan kata lain, kegiatan menyusui tersebut dapat digunakan sebagai cara keluarga berencana (KB). Tetapi, bila salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, maka ibu dianjurkan untuk menggunakan alat KB. Yang dianjurkan adalah alat KB non-hormonal, seperti IUD/spiral atau kondom.

ASI itu mudah sekali dicerna dan diserap sehingga dalam waktu 1-2 jam lambung sudah kosong kembali, dan bayi ingin menyusu lagi. Kalau sebelum satu jam   setelah selesai menyusu bayi menangis lagi, maka barangkali ada penyebab lain. Perlu diingat, menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi.

sumber : Ayahbunda-online.com

Share

One Response to “Menyusui saat hamil”

  1. Masih meres, Ndah? « it’s simply me Says:

    [...] Sedikit Link tentang hamil dan menyusuihttp://www.llli.org/FAQ/bfpregnant.htmlhttp://www.eramuslim.com/konsultasi/sehat/tetap-menyusui-saat-hamil.htmhttp://www.drdidispog.com/2010/02/menyusui-saat-hamil.htmlhttp://www.hypno-birthing.web.id/?p=74 [...]

Leave a Reply