Wanita Hamil dan Buah Kelapa

Dikirim oleh Evariny A. untuk Makan minum & gizi
dikunjungi: 15944 kali, 1 hari ini

Secara empiris atau nasehat turun temurun yang dikemukakan tetua kita dulu ada benarnya. Secara ilmu farmakologi air kelapa mengandung zat elektrolit yang tinggi. Di masa hamil penguapan cairan tubuh lebih banyak berupa keringat juga air seni.
- Prof dr Azwar Agoes, SpFK, Ahli Pengobatan Tradisional

Apa hubungannya antara ibu hamil dan buah kelapa, mungkin seperti itu yang ada di benak ketika membaca kalimat diatas. Tetapi, coba diingat lagi cukup banyak peran buah kelapa selama seorang wanita hamil hingga menjelang persalinannya. Orang-orang tua di zaman dulu menganjurkan agar seorang wanita yang sedang mengandung untuk meminum air kelapa muda atau air dogan. Biar kulit bayi jadi putih, bersih dan bersinar, seperti itulah alasan yang disampaikan. Dan kebiasaan inipun terpelihara hingga sekarang, bahkan seorang wanita hamil terkadang meminum air kepala yang diperoleh dari sebutir kelapa per harinya. Peranan buah kelapa pun meningkat seiring usia kehamilan. Jika dimasa kehamilan muda atau triwulan pertama hingga triwulan kedua, bagian buah kelapa yang dikonsumsi adalah airnya maka pada triwulan ketiga giliran produk jadinya yang dikonsumsi. Minyak kelapa atau saripati minyak kelapa. Tujuannya agar kelahiran bayi agar jalan bayi menjadi licin sehingga kelahiran bayi menjadi lancar.

“Cari yang lebih masuk akal”, seperti itu penggalan iklan salah satu produk susu bagi ibu hamil. Saat kalimat ini diucapkan oleh dubber iklan, terlihat gambar sosok seorang wanita hamil habis melahap lebih dari sebutir buah kelapa muda.

Ahli Pengobatan Tradisional, Prof dr Azwar Agoes, SpFK mengemukakan empiris atau nasehat turun temurun yang dikemukakan orang-orang tua tersebut ada kebenarannya. Secara ilmu farmakologi air kelapa mengandung zat elektrolit yang tinggi. Di masa hamil penguapan cairan tubuh lebih banyak berupa keringat juga air seni. Akibatnya, jika tidak digantikan maka tubuh si ibu hamil ini bisa kekurangan cairan. Terlebih cairan tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan bayi yang dikandungnya.

“Sebenarnya fungsi air kelapa di sini adalah untuk menggantikan cairan yang menguap tersebut. Dan semakin banyak minum maka semakin baik karena cairannya tergantikan,” kata Azwar Agoes kemarin, Sabtu (10/6).

Perihal air kelapa bisa menjadikan kulit bayi bersih, pendapat ini perlu sedikit diluruskan. Secara teori kesehatan, mikronion atau kotoran yang ada pada bayi saat lahir bisa disebabkan air ketuban. Lemak-lemak yang seringkali terikut di kulit bayi ketika lahir karena adanya lemak pada air ketuban.

“Jadi tidak benar kalau katanya banyak minum dogan maka kulit bayinya jadi putih. Banyak minum dogan menggantikan cairan tubuh si ibu hamil, seperti itu kajian ilmiahnya,” katanya. Tidak jauh berbeda dengan langkah mengkonsumsi minyak kelapa di masa hamil. Menurut Azwar Agoes, minyak secara kultural dan budaya memang digunakan sebagai pelicin. Untuk memijat dan mengurut minyak kelapa seringkali digunakan, sehingga sangat besar kemungkinannya ada anggapan bahwa minyak untuk melancarkan persalinannya.

Namun, dalam ilmu kesehatan kebidanan dipelajari bahwa didalam jalan lahir sudah ada cairan berupa lendir yang dihasilkan portio. Jadi tanpa meminum minyak kelapa sekalipun sebenarnya jalan lahir tersebut sudah licin karena ada lendir.

“Kalau minyak kelapa bisa untuk melancarkan buang air besar, hal itu bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Tetapi untuk melancarkan jalan lahir tidak benar karena antara saluran pencernaan dan jalan lahir berbeda,” kata Azwar Agoes.

Dia juga mengemukakan agar kelahiran berjalan lancar, si ibu hamil disarankan banyak bergerak atau mengikuti senam hamil mendekati masa melahirkan.

Sumber : Sriwijaya Post, Minggu 11 Juni 2006

Share

Leave a Reply