Biar Sedikit, Ibu Hamil Harus Tetap Makan

Dikirim oleh Evariny A. untuk Makan minum & gizi
dikunjungi: 26385 kali, 3 hari ini

Kala tak berselera makan apa-apa, ingatlah bahwa ada janin yang membutuhkan asupan nutrisi dari ibunya.

“Apa yang dirasakan pada saat ibu hamil muda?” Mungkin jawaban semua   ibu yang sudah atau sedang mengandung bayinya hampir sama, “Mual-mual,   dan tak nafsu makan!” Jangankan makan. Baru mencium baunya saja bisa-bisa  sudah mual bahkan muntah! Padahal di trimester awal kehamilan, pertumbuhan dan  perkembangan otak bayi tengah berlangsung dengan pesatnya. Bukankah otak manusia mulai tumbuh dan berkembang sejak ia masih dalam kandungan. Tepatnya saat janin  berusia 8 minggu. Jadi harus bagaimana, dong?

Tak perlu terlalu khawatir. Menurut dr. Rudiyanti, Sp.OG., dari RS Internasional  Bintaro, Tangerang, Banten, mual muntah hampir dialami semua ibu hamil di trimester  pertama. Tepatnya, antara usia kehamilan 8-12 minggu. Yang jadi penyebab tak  lain adalah perubahan hormonal. Di awal kehamilan produksi hormon estrogen sedang  meningkat dan memancing peningkatan keasaman lambung. Akibatnya makanan sulit  masuk. Tingkat keasaman lambung akan semakin tinggi bila ibu hamil mengalami gangguan psikologis, seperti stres akibat perubahan tubuh selama kehamilan atau  ibu tidak menghendaki kehamilan itu.

NUTRISI UNTUK OTAK

Meski wajar, problema tak nafsu makan ini harus segera diatasi. Biar bagaimanapun ibu dan janin perlu nutrisi cukup. Bagi ibu, asupan dibutuhkan agar kondisi tubuh selama kehamilan selalu prima. Sedangkan bagi janin, asupan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan awal organ-organ tubuh. Terutama pembentukan otak. Memang benar pertumbuhan otak yang optimal berkaitan erat dengan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ibu.

Seperti diutarakan dr. Dwiana Ocvianty, Sp.OG., yang ditemui pada kesempatan berbeda, nutrisi yang cukup dapat menciptakan anak jenius sekualitas Albert  Einstein. Sebaliknya, tanpa asupan nutrisi yang cukup, tingkat kecerdasan anak  sulit mencapai puncak. Namun, ginekolog yang berpraktek di RS Jakarta Medical Centre, Jakarta Selatan ini buru-buru menambahkan kalau semua itu bukan rumus pasti. Jangan lupa semua akan kembali kepada Yang Maha Kuasa. “Semua itu  tidak mutlak, kok. Yang penting ibu berusaha agar pertumbuhan janinnya optimal.”

Jadi, sekali lagi kondisi tak nafsu makan ini jangan dituruti terus. Bisa-bisa  asupan yang diperlukan bagi tumbuh kembang janin tidak tercukupi. Cobalah bermacam-macam olahan makanan sampai ditemukan menu yang cukup bisa diterima. “Bila tidak  bisa makan nasi, makanlah roti, biskuit, kue, cokelat atau es krim.” Tapi  jangan sembarang memilih makanan. Hindari yang mengandung zat pengawet dan penyedap rasa monosodium glutamat (MSG) karena dapat mengganggu persarafan janin.

Dokter pun biasanya akan memberikan vitamin untuk membantu menggantikan nutrisi yang kurang selama trimester pertama. Bila kondisi ibu sudah berangsur membaik, utamakan makanan pokok, seperti nasi berserta lauk pauk bergizi, karena makanan inilah yang terpenting.

ATUR MAKANAN SELAMA HAMIL

Pendek kata, meskipun cuma sedikit harus ada asupan makanan bergizi yang masuk.  “Banyak ibu hamil yang berat badannya malah turun di trimester pertama  karena malas makan. Hal ini masih ditoleransi, karena kebutuhan nutrisi janin  juga masih sangat kecil,” jelas Ovi.

Agar ibu dan janin tetap mendapat asupan gizi, berikut beberapa saran yang  bisa dilakukan:

  • Jangan biarkan perut kosong. Usahakan makan dalam porsi kecil tapi sering.
  • Pilih makanan yang hangat-hangat karena bisa membuat lambung yang terasa  perih seperti terelaksasi.
  • Saat bangun pagi, jika belum nafsu makan, makanlah biskuit dengan teh hangat.  Namun setelah itu, ibu tetap mencoba sarapan.
  • Bila ibu sering merasa kembung, hindari makanan yang dapat memicu kembung  antara lain kacang tanah yang biasa terdapat di bumbu ketoprak, gado-gado, sate,  siomay dan sejenisnya.
  • Batasi masakan bersantan, ketan, nangka, sayur nangka, sayur asem, buah-buahan  yang asam atau yang dapat mengiritasi lambung.
  • Penting untuk menghindari rokok, cuka, kopi, juga narkoba karena akan membahayakan  ibu maupun janin.
  • Umumnya ibu hamil butuh darah lebih banyak, untuk itu makanlah makanan yang  mengandung zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang  merah dan kacang-kacangan lainnya, telur, ikan, dan daging. Jangan lupa minum  obat penambah darah sesuai anjuran dokter.
  • Penting pula bagi ibu hamil untuk makan buah-buahan segar, seperti jeruk, apel, pepaya, dan sebagainya. Buah-buahan bagus untuk menyuplai vitamin.

LEWAT TRIMESTER PERTAMA

Di trimester kedua peran hormon kehamilan yang membuat kondisi ibu tidak karuan  sudah digantikan oleh plasenta sehingga ibu tidak lagi mual-muntah. Bahkan nafsu makannya sudah berkembang mengikuti kebutuhan gizi ibu yang terus bertambah. Apalagi pertumbuhan janin yang makin pesat juga membutuhkan asupan nutrisi yang besar. Inilah saat yang tepat bagi ibu untuk mengejar ketertinggalan nutrisi di trimester pertama. Atur sebaik-baiknya asupan di trimester kedua dan ketiga. Jangan kurang, juga jangan berlebih.

KEBUTUHAN NUTRISI SELAMA KEHAMILAN

Nutrisi

Kebutuhan

Sumber

Zat besi 30 mg Daging,beras, sayurah hijau, kacang – kacangan
Yodium 175 mkg Ikan laut, olahan susu, roti, garam beryodium
Vitamin E 10 mg Beras, sayuran hijau daun, kacang – kacangan
Vitamin C 70 mg Asparagus, brokoli, kentang, cabe, bayam, tomat, jeruk
Vitamin B6 2.2 mg Ikan laut, unggas, beras, beras merah, buah, telur, kacang – kacangan
Vitamin B1 22.2 mg Ikan laut, unggas, daging, olahan susu
Vitamin A 800 mkg Hati, margarin, sayuran hijau daun, jeruk, telur
Seng 15 mg Daging, beras
Selenium 65 mkg Daging, beras, telur
Protein 60g Daging, susu, telur, kacang-kacangan
Magnesium 300mg Beras, sayuran hijau, alpukat, pisang, kacang-kacangan

Catatan:

Bila daftar ini terkesan rumit, ibu tak perlu bingung. Menurut Ovi, selama  sudah mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna setiap hari, maka kebutuhan nutrisi  selama kehamilan pun sudah dapat terpenuhi. Termasuk ketertinggalan nutrisi  selama trimester pertama.

RAGAM PENYEBAB TAK NAFSU MAKAN

Selain faktor hormonal, ada faktor-faktor lain yang menyebabkan ibu hamil sulit  menyentuh makanan di trimester pertama. Inilah penjelasannya:

1. Faktor HcG

HcG atau Human Chorionic Gonodotropin adalah hormon yang dihasilkan oleh plasenta  atau ari-ari di awal kehamilan. Awalnya, proses pembentukan plasenta ditolak oleh tubuh karena dianggap sebagai benda asing. Reaksi penolakan (imunologik) inilah yang memicu terjadinya mual pada awal kehamilan. Ketika fungsi plasenta sebagai sirkulasi dan pemberi makanan bagi janin sudah berlangsung maksimal  di usia kehamilan 12-14 minggu, umumnya mual dan muntah akan berhenti dengan sendirinya.

2. Perubahan Glikogen Hati

Kala hamil terjadi pula perubahan metabolisme glikogen hati. Hal ini juga dianggap sebagai pemicu terjadinya mual dan muntah. Namun, bila tubuh sudah berhasil melakukan penyesuaian terhadap sel-sel plasenta dan terjadi kompensasi metabolisme  glikogen di dalam tubuh, maka rasa mual itu akan lenyap.

3. Mag

Ada teori yang mengatakan bahwa sakit mag akan hilang selama kehamilan berlangsung. Hal ini mungkin terjadi karena ketika hamil gerak usus melambat yang diikuti  perlambatan pengosongan lambung. Namun demikian, pada beberapa ibu, sakit mag bisa saja muncul ketika hamil. Biasanya terjadi pada ibu yang suka makan makanan  pedas dan asam sementara lambungnya masih kosong. Faktor ini disebut sebagai  gangguan enzim.

Sumber : Irfan Hasuki, tabloid-nakita

Share

Leave a Reply