Relaktasi

Dikirim oleh Evariny A. untuk Masalah Umum Seputar ASI

Saat ini mulai banyak para ibu & ayah yg menyadari pentingnya ASI bagi sang anak. Tapi saat ia menyusui anaknya banyak sekali kendala yg ditemui spt  tekanan dari lingkungan, minimnya pengetahuan sang ibu & ayah, dsb sehingga  menyebabkan ia gagal menyusui dg baik. Akibatnya produksi ASI berkurang  & karenanya bayi malas menyusu hingga ASI betul2 “kering”. Beberapa minggu yg lalu ada pertanyaan menarik dari beberapa teman saya, bisa gak ya seorg ibu yg telah lama berhenti menyusui kemudian ingin kembali menyusui anaknya ? Jawabannya sangat bisa. Jadi  jika ibu tsb memutuskan kembali menyusui anaknya setelah berhenti menyusui  sama sekali eberapa lama, ini lah yg disebut dg Relaktasi atau kembali  menyusui.
 
Mungkinkah ibu yg sudah berhenti menyusui kemudian menyusu kembali ?!
 
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah mungkin seorg ibu yg sudah tidak menyusui selama 2 bulan katakan dan ASInya betul2 kering, kemudian bisa menyusui kembali ? Saat ini di dunia laktasi, relaktasi sangat mungkin dilakukan oleh tiap ibu. Meski perlu diketahui bahwa selama masa “istirahat” dari kegiatan menyusui,  produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang atau bahkan terhenti. Nah pada saat sang ibu hendak menyusui kembali, seluruh organ produksi ASI butuh waktu untuk “mempersiapkan diri” agar dapat bekerja kembali & siap memproduksi ASI.
 
Bahkan saat ini di belahan dunia sana, mulai banyak para ibu adopsi berhasil menyusui bayi adopsinya, meski sang ibu adopsi tsb tidak/belum pernah  hamil. Tentu saja dg semangat yg kuat, support yg bagus & juga teknik  tertentu.
 
Lamanya ibu kembali menyusui
 
Sehubungan dg masa “persiapan” organ ASI, ada beberapa hal yang perlu diingat, yaitu tiap wanita membutuhkan waktu yg berbeda untuk menghasilkan ASI. Mungkin ada beberapa ibu yg membutuhkan waktu beberapa hari saja untuk memproduksi ASI secara optimal. Tetapi bila sang ibu berhenti menyusui untuk waktu yg cukup lama, maka biasanya perlu waktu antara 1-2 minggu agar produksi ASI kembali spt semula. Selain itu, usia anak juga memperngaruhi. Misalkan, akan lebih mudah dan lebih cepat bagi tubuh untuk menghasilkan  ASI kembali, bila si kecil masih berumur < 2 bulan dibandingkan bila si kecil sudah berumur > 6 bulan. Tapi bukannya mustahil ya.

Proses terbentuknya ASI kembali
 
Bagaimana sih caranya si ibu ini bisa menghasilkan ASI padahal ia sudah berhenti  menyusui selama beberapa waktu ?

Memang ada teknik-teknik khusus untuk kembali membuat si organ produksi ASI bekerja kembali. Tapi intinya ada 2 hal, yaitu dilakukan stimulasi pada payudara & organ2 produksi ASI dg cara dipompa atau diperas. Kedua, mengajarkan  kembali sang anak bagaimana cara menyusu di payudara sang ibu. Disini biasanya dibutuhkan alat tambahan spt Lactation-aid.
 
Berikut adalah tips-tips utk menjalankan relaktasi :
 
1. Siapkan mental & cari dukungan sebanyak2nya.
Relaktasi butuh waktu dan kesabran tinggi. Seringkali ibu merasa putus asa. Karenanya ia butuh dukungan & bantuan dari orang2 terdekatnya (suami, teman,  keluarga).
 
2. Hubungi & konsultasi klinik laktasi.
Anda butuh arahan & support dari ahli laktasi. Utk melakukan relaktasi butuh  teknik2 khusus & treatment khusus dari ahli laktasi. Spt pemberian obat2an tertentu utk membantu hormon produksi ASI (oksitosin) bekerja baik.
 
3. Susuilah si kecil secara teratur dan sesering mungkin.
Juga di sela2 masa  menyusui, ibu disarankan utk melakukan pemijatan & pemerahan / pemompaan pada payudara untuk membantu menstimulasi produksi ASI.
 
4. Di awal2 menyusui, mungkin anda membutuhkan lactation aid, yaitu alat berupa kantung berisi ASI donasi atau susu formula yg digantungkan di leher  dan disambungkan ke selang halus yug ditempel di putting payudara ibu. Sehingga ketika anak menyusu, ia melakukan 2 hal sekaligus :

–  mendapatkan nutrisi dari ASI donasi / susu formula & hisapan bayi akan
–  menstimulasi organ produksi ASI yg ada dibawah putting & areola.
 
5. Lakukan saat ibu & anak dalam keadaan relax.
Jangan pernah memaksa anak utk menyusu. Jika ia menolak atau kelelahan dsb tentu akan mengganggu proses jalannya relaktasi. Tunda hingga kondisinya nyaman utk semua. Jika terus dipaksakan bisa2 anak jadi trauma dan ibu jadi frustasi.

6. Sering juga lakukan skin-to-skin contact dg merebahkan anak di dada sang ibu saat ia sedang tidak menyusu. Dan ini sgt dianjurkan pada bayi.
 
7. Tingkatkan konsumsi makanan yg sehat & bergizi, agar produksi ASI optimal.
 
Memang masalah relaktasi ini terdengar awam bagi kebanyakan org dan masyarakat kita. Tapi informasi yg perlu diketahui oleh para ortu adalah relaktasi itu dapat & sangat mungkin dilakukan.
 

Dirangkum dan ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I
Referensi  :
 
  –       Relactation: The Chance To Change Course by Susan Sempele

Leave a Reply