Saya Terobsesi untuk Melahirkan Normal

Dikirim oleh Maria Josephine untuk Kelahiran Normal

Anak pertama saya lahir dengan tingkat kesulitan tinggi, walaupun pada akhirnya saya bisa melahirkan secara normal, tapi bisa dikatakan, saya masuk RS jam 1 dini hari, dan Karel (sekarang 3 th 10 bulan) lahir jam 7.45 malam !!! sekitar 18 jam total proses selama masuk RS sampai melahirkan.

MasukRS saya masih bisa ketawa2, baru pembukaan 1, tapi begitu sampai jam 2 siang, baru naik 1 pembukaan akhirnya dokter menyarankan untuk menginduksi saya (dengan infus). Begitu di induksi selama 3 jam kontraksi hebat yg tidak bisa saya tahan rasa sakitnya, dan dengan menangis dan memohon2 akhirnya dokter memberikan epidural 3 jam setelah di induksi, baru saya bisa tenang dan jam 7 malam sudah pembukaan komplit, saya diajari mengejan , anehnya karena dengan epidural saya tidak bisa merasakan kontraksi, jadi mengejan harus dipandu oleh suster dan semua org memberikan semangat sampai saya bingung, saya ga tau gimana hrs mengejan, karena aneh rasanya, tidak ada rasa mau mengejan , tapi disuruh .. ini semua karena pengaruh anti rasa dari epidural yg melumpuhkan semua syaraf dari pinggang ke bawah.

Sampai akhirnya karena mungkin saya salah mengejan, bayi stuck di jalan lahir, maju mundur ga bisa keluar , akhirnya Karel lahir dengan di vacuum, lahir dengan kondisi sudah membiru, karena oksigen sudah menipis, dan air ketuban sudah keruh . Ga tau deh seberapa banyak jahitan yg saya terima, banyak kali yah…

dengan keadaan bayi biru, dia harus dimonitor dalam kotak oksigen selama semalaman, saya tidak boleh langsung menyusui, dan saya belum bisa turun dari ranjang karena pengaruh epidural, sampai ke esokaan hari nya .

Nah, begitu saya hamil anak ke 2 (sekarang Karen hampir 6 bulan), trauma kelahirkan anak pertama masih terbayang jelas. Terus terang saya takut harus mengalami hal yg sama, proses sulit, lama nya persalinan, harus divacuum, etc .

saya search dari internet mengenai hypnobirthing yg pernah saya baca article nya di sebuah tabloid, karena tidak mau percaya begitu saja dgn teknik yg masih terbilang baru di Indonesia, saya menemukan web hypnobirthing.com dari Marie Mongan method, saya beli bukunya di Kinokuniya Plaza Senayan plus CD relaxation method yg Mongan ajarkan. Lalu saya temukan teknik ini diajarkan oleh ibu Lanny Kuswandi di klinik Pro V.

Terus terang agak terlambat saya ikut session dengan ibu Lanny, saat kandungan sudah menginjak bulan ke 7. Tapi dengan tekad, plus baca2 buku Lamaze, Birth with confidence dan segala web yg mengajarkan tentang teknik melahirkan without any medical intervension. Saya benar-benar terobsesi dengan itu. Saya cuci otak saya dengan relaksasi, mencoba menanamkan sugesti positif dalam diri bahwa melahirkan itu adalah proses alamiah dan jutaan wanita di dunia sejak ribuan tahun yg lalu sudah mengalami dan buktinya bisa.. masa saya kalah dengan sesepuh2 kita jaman dahulu sih..

lagipula, saya belajar bahwa medical intervention selama proses melahirkan itu akan berpengaruh ke kondisi bayi ke depannya, karena biar bagaimana pun sedikit dosis nya, yg namanya obat, antibiotik, etc pasti masuk ke darah bayi, plus kalau ibu tidak bisa rileks menjalani proses persalinan, itu juga akan berpengaruh ke bayi.

ok.. balik ke saat melahirkan anak ke dua. saya temukan flek di underwear saya sekitar jam 4 sore, tapi saya tidak merasakan kontraksi apapun.. sampai jam 1 malam suami mengantarkan saya ke RS Mitra Kelapa Gading utk di observasi, bidan yg memeriksa kaget karena saya sudah bukaan 3 jalan 4. tapi begitu di check dengan alat pengukur kontraksi, kontraksi saya masih lemah sekali, padahal jujur, saya tidak merasakan apa2 lho .. biasa aja, maish bisa ketawa2. Kata bidan yg melihat saya. dia bilang saya tidak seperti dalam kondisi pembukaan 3 lho ..

akhirnya suster ngotot minta saya diobservasi tetap tinggal di Ruang bersalin. Tapi saya juga ga kalah ngotot, saya ngotot minta bahwa saya mau dipindahkan ke kamar rawat aja, dengan disitu saya akan lebih nyaman tanpa melihat alat CTG, mencium bau ruang bersalin ,etc yg bisa buat saya kembali ke trauma melahirkan anak pertama dulu .

akhirnya suster memperbolehkan saya ke ruang rawat inap. saya bisa tertidur sampai 3 jam lho selama kontraksi !!! suami saya juga bisa istirahat. Ajaib banget lho . saya terapkan methode relaksasi yg diajarkan, sambil berkata pada diri sendiri bahwa saya bisa , saya bisa, saya bisa, entah sampai puluhan kali sampai saya tau2 tertidur.

bangun2 karena terasa 1 kontraksi hebat yg membuat saya lgs lari ke kamar mandi untuk muntah, dan saya bangunkan suami. Bidan dipanggil untuk periksa, dan lgs membawa saya ke ruang bersalin, kebetulan dokter kandungan saya sudah datang. Begitu diperiksa saya sudha pembukaan 7 !!! itu sudah sekitar jam 5.

Dari situ, karena mungkin saya sudah di ruang bersalin, kontraksi mulai terasa dan makin terasa terus terus. saya ngotot saya tidak mau berbaring terlentang. saya harus dalam posisi duduk (seperti berdoa) dan setengah membungkuk, sambil mempraktekan pernapasan perut, pernapasan panjang (tidak seperti terengah engah) sambil terus membayangkan bahwa setiap kontraksi yg terjadi membawa saya lebih dekat dan lebih dekat kepada bayi saya. Saya membayangkan saya sedang berada di pinggir pantai memandangi ombak di setiap kontraksi yg terjadi .

Pada saat pembukaan sudah komplit, saya mengejan 2-3 x dan bayi saya langsung lahir tanpa masalah !!, saya BISA MELAHIRKAN secara normal dan spontan , tanpa obat penenang, obat bius/epidural, tanpa jahitan, tanpa robekan, bayi lahir langsung menyusu kencang begitu dia selesai dibersihkan (maunya sih bgitu lahir lgs menyusu, tapi ga boleh oleh RS , hrs bayi dibersihkan dulu), dan ASI lgs keluar deras. saya rasakan isapan bayi saya amat sangat kencang dan bisa menjebol gudang ASi saya lho !!!

sejak detik bayi saya lahir dia tidak pernah lepas dari sisi saya, kecuali waktu dimandikan di RS . Saya minta fasilitas Roam-In di RS . Saya susui dia langsung tanpa tambahan formula apapun.Saya ngotot minta suster untuk mendukung keinginan saya, ‘dont ever give my baby any formula wihthout asking me first ! ” saya buat pernyataan itu menjadi amat sangat jelas di RS .

saya bangga dengan keadaan ini, saya bangga , bahwa saya bisa, dengan niat yg tulus dan tekad yg bulat.

saya bangga bayi saya bisa menyusu dengan baik tanpa kendala. dan saya rasa semua ibu2 yg membaca tulisan saya ini juga bisa dan harus bisa mengalami apa yg saya alami, saya melahirkan dengan normal dan lancar tanpa intervensi medis, dan bisa menyusui secara eksklusif.

Ibu2 bisa baca kisah menyusui saya , juga saya posting di web ini ..

ditunggu komentar nya.

thank you .

Maria

proud mom to Karel and Karen who inspire me a lot – of unconditional love, teach me that parenting love is without boundaries , and also thanks to my Husband who keep supporting me to give the liquid gold to our babies which is the mom’s breastmilk. i love you ..

Leave a Reply